Beranda blog

LSP P2O LIPI Tetapkan FIKP sebagai Tempat Uji Kompetensi Sewaktu Penilai Ekosistem Terumbu Karang

0

Bertempat di Hotel Novotel Semarang, Senin 15 Oktober 2018, secara resmi Wakil Dekan I FIKP UMRAH sekaligus Ketua TUK FIKP UMRAH Chandra Joe Koenawan, M.Si menerima langsung Surat Keputusan Penetapan TUK Sewaktu Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LSP P2O LIPI) untuk penilai kondisi terumbu karang, ikan karang, megabenthos, lamun dan mangrove. Tidak hanya FIKP UMRAH, ada FPIK UNDIP untuk menjadi TUK di wilayah tengah dan FPIK UNSRAT untuk menjadi TUK di wilayah timur Indonesia.

Pada sambutannya Ketua LSP P2O LIPI, Triyono, M.Si menyatakan pembentukan TUK sewaktu ini dapat dijadikan tempat uji kompetensi sewaktu-waktu jika LSP P2O LIPI akan melaksanakan uji komptensi, khususnya menjadi tempat uji kompetensi di wilayah barat Indonesia. Uji kompetensi dimaksudkan untuk menilai SDM yang apakah memiliki kompetensi dalam menilai kondisi terumbu karang, ikan karang, megabenthos, lamun dan mangrove.

Surat keputusan dan penyerahan aset diserahkan langsung oleh Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2O LIPI), Bapak Dr. Dirhamsyah. Dalam sambutannya beliau menyampaikan untuk memenuhi kebutuhan SDM dengan kompetensi sebagai penilai kondisi terumbu karang, ikan karang, megabenthos, lamun dan mangrove, maka dilakukan dengan pendekatan penguatan kapasitas melalui kegiatan pelatihan dan/atau pendidikan khusus montoring kesehatan terumbu karang dan ekosistem terkait, sedangkan kecakapan tenaga penilai harus dapat diukur dan diuji untuk mendapatkan pengakuan dan penerimaan melalui proses penilaian kompetensi atau sertifikasi yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi. Maka, LSP P2O LIPI dibentuk untuk menjadi lembaga yang dapat menilai SDM tersebut kompeten atau belum kompeten dalam melakukan penilaian ekosistem terumbu karang dan ekosistem terkait. Diharapkan universitas yang telah melakukan kerjasama dengan P2O LIPI dapat menjadi simpul-simpul TUK LSP P2O LIPI(Dedy Kurniawan, S.Pi., M.Si)

Kuliah Umum dan Penandatanganan MoA antara PKSPL IPB dengan FIKP Umrah

0

Dompak – Pada hari ini Rabu, 26 September 2018 diselenggarakan Kuliah Umum dengan tema Integrated Coastal Zone Management dan juga Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah), bertempat di Ruang Serbaguna Lantai 3 Rektorat Universitas Maritim Raja Ali Haji, Dompak.

Acara pembukaan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian sambutan oleh Dekan FIKP Umrah Bapak Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA., dan dilanjutkan dengan pembacaan do’a demi kelancaran kegiatan ini. Dalam sambutannya, Dekan FIKP Umrah menyatakan sangat gembira dengan adanya MoA antara PKSL IPB dan FIKP Umrah, “secara historis PKSPL IPB sudah menjadi bagian dari saya, karena saya pernah bergabung dan membantu PKSPL IPB pada saat Kepala PKSPL IPB dijabat oleh Prof. Dr. Ir. Tridoyo Kusumastanto, MS”, sambung Pak Dekan FIKP. Semoga dengan adanya MoA ini semakin mempererat kerjasama dalam bidang riset dan pengelolaan pesisir terpadu antara PKSPL IPB dan FIKP Umrah.

Kepala PKSPL IPB, Dekan FIKP Umrah, dan Moderator Saat Kegiatan Kuliah Umum

Acara ini dimoderatori oleh Bapak Risandi Dwirama Putra, S.T., M.Eng. (Doesen Ilmu Kelautan FIKP Umrah) dan sebagai narasumbernya adalah Bapak Dr. Ir. Ario Damar, M.Si. yang merupakan Kepala PKSPL IPB.

Dalam Kuliah Umum ini, Kepala PKSPL IPB membawakan tema mengenai Pengembangan Wilayah Pesisir Terpadu dan Implementasinya di Indonesia. Kepala PKSPL IPB memaparkan, “hampir semua aktifitas manusia dari hulu sampai hilir akan berakibat pada wilayah pesisir, oleh karena itu sangat penting pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu. Pentingnya mengelola wilayah pesisir ini dilihat dari karakteristik dan input yang masuk kedalam wilayah pesisir, berakibat pendekatan rezim pengelolaan yang berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya karena masing-masing wilayah pesisir memiliki karakter yang khas”.

Suasana Saat Kuliah Umum
Suasana Saat Kuliah Umum

Acara ini dihadiri oleh Dosen-Dosen di lingkup FIKP Umrah, Mahasiswa FIKP Umrah, Mahasiswa Universitas Riau (UR), dan Mahasiswa Malikussaleh (Unimal). Peserta kuliah umum sangat antusias dengan kuliah umum ini. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab, beberapa penanya dari Dosen dan Mahasiswa diantaranya Dr. Ani Suryanti, S.Pi., M.Si. (Dosen SEP Umrah), Wahyu Muzammil, S.Pi., M.Si. (Dosen MSP Umrah), Nadya (Mahasiswa IK Umrah Angkatan 2016), dan Nisya (Mahasiswa Malikussaleh).

Penandatanganan MoA
Penandatanganan MoA

Kegiatan terakhir yang merupakan kegiatan inti yaitu Penandatangaan MoA antara PKSPL IPB dan FIKP Umrah, dilakukan oleh Kepala PKSPL IPB (Dr. Ir. Ario Damar, M.Si.) dan Dekan FIKP Umrah (Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA.). Setelah penandatanganan MoA, kedua belah pihak menyerahkan cinderamata sebagai bentuk kenang-kenangan atas tercapainya MoA dan ditutup oleh kegiatan foto bersama dengan ‘Pose Salam Maritim’ dan ‘Pose C FPIK IPB’.

Foto Bersama Setelah Kegiatan

Dosen dan Mahasiswa Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore Berkunjung ke FIKP Umrah

0

Senggarang – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) menerima kunjungan Dosen dan Mahasiswa Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore pada hari Senin, 24 September 2018. Kunjungan ini dalam rangka Bintan Educational Camp 2018. Beberapa Dosen FIKP Umrah yang menyambut delegasi NYP diantaranya Bapak Tengku Said Raza’i (Wakil Dekan 2 FIKP Umrah), Ibu Ani Suryanti (Dosen Sosial Ekonomi Perikanan), Bapak Tri Apriadi serta Bapak Wahyu Muzammil (Dosen Manajemen Sumberdaya Perairan).

Kegiatan kunjungan ini dimaksudkan agar Mahasiswa NYP dapat mengenal kegiatan di FIKP Umrah terkait profil, penelitian dan laboratorium yang ada sebagai studi banding berbasis pendidikan. Ketua rombongan NYP Bapak Zulkifli Abu Bakar yang juga Deputy Manager Environmental & Water Technology, School of Chemical & Life Science NYP menyatakan terima kasih yang sebesarnya kepada FIKP Umrah karena telah menerima kunjungan NYP dengan sangat baik.

Dosen dan Mahasiswa NYP Saat Menyimak Pengenalan Profil FIKP Umrah

Kegiatan kunjungan ini melibatkan sebanyak 35 Mahasiswa dan 4 Dosen dari beberapa program diploma di NYP, diantaranya School of Chemical & Life Science, School of Engineering, School of Health Sciences, dan School of Information Technology.

Penyerahan Cinderamata dari Wakil Dekan II FIKP Umrah ke Ketua Rombongan NYP Singapore

Kegiatan ini dibuka oleh sambutan Bapak Tengku Said Raza’i (Umrah) dan juga Bapak Zulkifli Abu Bakar (NYP), dilanjutkan pengenalan Dosen FIKP Umrah dan Dosen NYP. Selanjutnya acara penyerahan cinderamata dari FIKP Umrah ke NYP, diakhiri dengan tawaran Bapak Stanley Chua (School of Chemical & Life Science) kepada mahasiswa NYP untuk dapat magang di FIKP Umrah.

Pengenalan Aktifitas Penelitian dan Penggunaan Laboratorium FIKP Umrah

Kegiatan lainnya yaitu pengenalan profil FIKP Umrah yang disajikan oleh Bapak Wahyu Muzammil, serta kunjungan ke laboratorium dan pengenalan riset-riset apa saja yang telah dilakukan oleh FIKP Umrah. Mahasiswa NYP sangat antusias mendengarkan penjelasan mengenai laboratorium dan riset-riset unggulan FIKP Umrah. Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama dengan pose ‘Salam Maritim’

Sesi Foto Bersama dengan pose Salam Maritim
Sesi Foto Bersama di FIKP Umrah Statue

FIKP UMRAH gelar Workshop dengan Narasumber dari Elsevier-Scopus

0

Dompak – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar Workshop Penguatan Sumberdaya ilmiah yang bertajuk “Strengthening Research Resources in Development Higher Education in Riau Islands” bertempat di Mini Hall Lantai 3 Gedung Rektorat UMRAH, Kamis(6/9).

Workshop ini menghadirkan Perwakilan dari Research Management Manager to SCOPUS SCIVAL, Mr. Lim Wee Li dan Ujang Sanusi, Customer Consultant Elsevier Indonesia. Bertindak sebagai Moderator, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH, Dr. Agung Dhamar Syakti.

Dalam Kegiatan yang dibuka oleh Rektor UMRAH, Prof. Syafsir Akhlus ini, Mr. Lim dalam presentasinya menyampaikan informasi tentang SciVal. SciVal adalah aplikasi database metric analysis yang dikembangkan oleh ELSEVIER.

Data dari Scopus yang diintegrasikan ke SciVal mampu memberikan petunjuk dalam menentukan arah strategis kebijakan institusi secara keseluruhan. Misalnya data visiting Scholar.

“So if Visiting Scholar from France, in example, he comes to UMRAH and publishes a Paper in UMRAH, so that is the last Affliation we captured, we will captured that paper because he put his affiliation with UMRAH, but he may not a full time staff in UMRAH, after he published then he came back. But the Paper still captured under UMRAH” 
(“Sebagai contoh, Jika peneliti tamu dari Perancis datang ke UMRAH kemudian menerbitkan Artikel Ilmiah di UMRAH, data yang kami proses adalah data yang paling terbaru dimana dia memilih UMRAH sebagai afiliasinya. Walau mungkin saja dia bukan Peneliti penuh waktu yang setelah artikel terbit kemudian dia pulang ke negara asalnya, tetap Artikel yang terbit diproses dengan UMRAH sebagai afiliasinya” papar Mr. Lim.)

Narasumber lainnya, Ujang Sanusi memaparkan tentang keinginan Elsevier untuk membantu dan menyebarluaskan hasil riset dan mendorong Indeksasi jurnal-jurnal ilmiah Indonesia terindeks di Scopus.
“Agar keterbacaannya dapat secara luas dimanfaatkan ilmuwan lain. Sampai hari sudah 44 Jurnal ilmiah Indonesia terindeks SCOPUS” ujar Ujang.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UMRAH, Prof.Akhlus ingin mendorong paling tidak dua jurnal Umrah terindeks scopus dimana salah satunya harus terkait bahasa dan budaya maritim Indonesia

Workshop ini selain diikuti oleh Dosen-dosen di lingkungan UMRAH, juga dihadiri oleh dosen-dosen yang berasal dari luar UMRAH.

Elsevier (pengucapan Belanda: [ˈɛlzəviːr]) adalah salah satu penyedia informasi ilmiah, teknis, dan medis terbesar di dunia dan perusahaan teknologi yang didirikan tahun 1880. Elsevier sekarang bagian dari RELX Group.Sebelum tahun 2015, Elsevier bernama Reed Elsevier. Produk-produknya meliputi jurnal The Lancet dan Cell, koleksi jurnal elektronik ScienceDirect, seri jurnal Trends dan Current Opinion, dan pangkalan data sitiran daring Scopus.

Kesehatan Terumbu Karang Kabupaten Natuna Berstatus Sedang

0

Natuna – Tingkat Kesehatan Terumbu Karang di Kabupaten Natuna ternyata memiliki status sedang. Fakta ini terungkap dari hasil monitoring Sumberdaya Hayati oleh Tim dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH (FIKP UMRAH) di Kabupaten Natuna, Senin(2/7) hingga Sabtu (7/7). Di Natuna, Tim FIKP UMRAH melakukan monitoring kesehatan ekosistem terumbu karang, padang lamun, dan hutan bakau.

Tim FIKP UMRAH yang terdiri dari dosen-dosen lintas Jurusan dan Pengelola Labor Fakultas langsung dipimpin oleh Dekan FIKP UMRAH, Dr. Agung Dhamar Syakti, M.Sc sebagai Penanggung Jawab. Kegiatan monitoring ini sendiri sudah dilakukan bersama dengan Pusat Penelitian Oseanografi LIPI sejak Tahun 2015.

Dari Hasil monitoring dijumpai fakta bahwa kesehatan Terumbu karang Kabupaten Natuna berstatus sedang, dimana didominasi kelompok Non Acropora, Acropora, soft coral, sponge, rumput laut, dan biota asosiasi terumbu karang seperti Kima, bintang laut biru, bintang laut mahkota duri, lola, siput drupella, teripang dan bulu babi serta terdapat 77 spesies ikan karang.

Jika dilihat dari segi Pariwisata Bahari, kondisi perairan laut di Kabupaten Natuna sangat jernih dengan sedimen berpasir putih, tingkat kecerahan dan jarak pandang dalam perairannya yang tinggi membuat keindahan panorama bawah laut dapat terlihat dengan jelas.

“Hal ini dapat menjadi potensi wisata snorkeling dan menyelam” ujar Dedy Kurniawan, salah satu dosen yang turut serta dalam Tim.

Ada banyak hal dan fakta yang diungkap dari hasil monitoring ini, salah satunya adalah banyaknya kima  yang ditemukan di Terumbu Karang pada perairan Natuna bagian barat. Kima  sendiri merupakan hewan yang dilindungi.

“Kawasan di sekitar Terumbu karang di perairan Natuna bagian barat ini dapat dikonservasi dengan menjadikan lokasi tersebut  taman kima untuk menjaga kelestarian kima kedepan” Ujar Dekan FIKP UMRAH, Agung Dhamar Syakti.

Fakta lainnya juga di padang lamun Natuna ini ditemukan empat spesies lamun dengan dengan kesehatan sedang. Selain itu, Hutan bakau di Natuna ini ternyata memiliki sembilan spesies hutan bakau dengan status kesehatan yang baik.

“Hutan bakau yang lebat dengan alur-alur perairan didalamnya dapat membuat hutan bakau itu menjadi objek wisata” Ujar Dosen MSP UMRAH, Dr. Febrianti Lestari Team Leader Bidang Mangrove yang turut serta dalam tim.

Di sela-sela monitoring, Dekan FIKP UMRAH, Agung Dhamar Syakti juga melakukan silaturahim kepada jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Natuna, Pelabuhan Perikanan Selat Lampa KKP RI, serta bertemu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna untuk mengembangkan jejaring FIKP UMRAH agar dapat berkontribusi untuk Natuna sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.

Kontributor : Tim Monitoring Sumberdaya Hayati FIKP UMRAH
Editor: Adi Pranadipa

Seminar Series V, Marine Biodiversity

0

DOMPAK – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan FIKP Universitas Maritim Raja Ali Haji (FIKP UMRAH) kembali melaksanakan Seri kegiatan seminar yang diberi branding Seminar Series 2018. Tema yang dipilih pada Seri kelima ini adalah Marine Biodiversity. Kegiatan seminar series ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor II Agus Sutikno, SP, M.Si.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor II menyambut baik kegiatan rutin ini dan mengharapkan peran aktif Mahasiswa dalam mengikuti seminar series yang dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan ini.

“Kami selaku pimpinan Universitas sangat senang dengan diadakannya seminar series ini. Apalagi kita ini universitas berbasis maritim, maka sangat perlu dilaksanakan secara rutin forum-forum diskusi yang membahas tentang kemaritiman”. Ungkap Agus Sutikno dalam sambutannya.

“Kepada Pembicara saya ucapkan terima kasih banyak sudah hadir untuk mentransformasikan ilmunya kepada kami semua disini. Kepada Mahasiswa kami harapkan dapat mengikuti seminar ini dengan sungguh-sungguh dan berhubung pembicara seminar ini dari luar negeri perlu juga saya sampaikan kepada mahasiswa sekalian, belajar dan kuasailah bahasa dunia yaitu bahasa inggris. Betapa pentingnya bahasa inggris, tidak ada kata terlambat untuk kita belajar. Berhubung Kepulauan Riau ini adalah wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Negara-negara tetangga dan kedepan tidak menutup kemungkinan kita akan lebih banyak berinteraksi dengan mereka”. Tambah Agus Sutikno sebelum mengakhiri sambutannya.

Seminar Series yang telah dilaksanakan pada senin (14/5) pukul 13.30 s.d 15.30 waktu setempat diikuti oleh Mahasiswa, Dosen FIKP, Dosen FISIP, Dosen FE, Dosen HI, beberapa staf dari Dinas Kelautan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun, dengan total peserta sebanyak 77 orang. Ruang serba guna Lt. 3 terisi penuh selaras dengan antusias peserta mengikuti seminar series dan diskusinya.

Puncak kegiatan seminar series ini berlangsung sekitar 2 jam. Hadir sebagai pembicara Prof. Chou Loke Ming dan Prof. Wong Sek Man dari National University of Singapore. Prof. Chou menyampaikan materi tentang keanekaragaman hayati laut di perkotaan Singapura yang merupakan negara dengan wilayah terbatas namun perkembangan kota sangat cepat.

Sehingga melakukan reklamasi pantai dengan teknik sipil pantai yang tepat untuk meminimalisir dampak negatifnya. Sedangkan Prof. Wong menyampaikan materi tentang berbagai sumberdaya perikanan yang telah berhasil diteliti telah mampu diaplikasikan dalam budidaya perikanan seperti kuda laut, kepiting soka, ikan dan lain-lain.

“Diagendakan materi dari Seminar Series ini akan terbit pada edisi pertama buku yang berisi rangkaian kegiatan seminar series yang akan dibukukan (ISBN) sebagai karya ilmiah persembahan FIKP UMRAH untuk masyarakat KEPRI. Disamping itu Kegiatan Seminar Series ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dosen dan mahasiswa serta dapat menginspirasi dosen maupun mahasiswa UMRAH agar mampu menghasilkan karya-karya ilmiah yang berkualitas baik nasional maupun internasional”. Jawab Dekan FIKP UMRAH, Dr. Agung Dhamar Syakti.

“Alhamdulilah kegiatan Seminar Series ini berjalan dengan lancar, mudah-mudahan segera terus berlanjut”. Ungkap Dr. Agung Dhamar Syakti dengan nada optimis.

Hadir juga pada Seminar Series ini Sekretaris Senat FIKP Fitria Ulfa, SP., M.Si, dan yang bertugas sebagai moderator  seminar series kali adalah Yales Veva Jaya, S.Pi., M.Si. Ketua PPSPL.(Dr. Ani Suryanti/Humas UMRAH)

Editor: Adi Pranadipa

Northern Star Energy dan FIKP UMRAH akan lakukan Joint-Research Hidroakustik

0

Fakultas Ilmu Kelautan UMRAH dan Northern Star Energy (NSE) yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang oil and gas industry akan menjalin kerjasama dalam bidang Hidroakustik.

Pertemuan yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu kelautan dan Perikanan UMRAH Dr. Agung Dhamar Syakti dan Director Petroleum Engineering (NSE) Manueal Choza Monteiro pada tanggal 2 Maret 2018 tersebut telah menyepakati bahwa UMRAH dan NSE akan melakukan joint-research yang nantinya akan dilaksanakan di Pulau Bintan.

FIKP dan NSE nantinya akan melakukan uji coba alat instrumentasi hydroakustik yang dikembangkan, dimana alat tersebut merupakan alat hydroakustik terbaru yang dapat melakukan deployment dengan jarak jelajah sampai 1500 meter di bawah laut.

NSE dan para peneliti hydroakustik UMRAH yang nantinya akan dipimpin oleh Dony Apdillah akan bekerjasama dengan NSE dimana FIKP UMRAH akan menggunakan LAUV.

Tim LAUV yang dipimpin oleh Yales Vevajaya akan berkolaborasi dengan Tim Research Engineering NSE untuk menguji kemampuan alat hydroakustik tersebut. Tujuan akhir dari kerjasama ini adalah salah satunya sebagai joint-research berkelanjutan dan publikasi bersama (Risandi Dwirama Putra)

 

Transplantasi Karang di Desa Pengudang Wujud Pengabdian Mahasiswa Untuk Laut

0

Laut merupakan sahabat bagi kehidupan manusia yang ada di pesisir pantai hingga perkotaan. Kondisi lingkungan laut yang sehat menggambarkan begitu beragamnya spesies makhluk hidup yang berasosiasi didalamnya tak hayal peran manusia juga sangat mempengaruhi keberadaan mereka.

Pemanfaatan laut satu arah secara terus menerus menjadikan alam harus mengembalikan kondisinya sendiri, aktivitas pemanfaatan laut yang salah justru akan merusak dan mengganggu keseimbangan ekosistem yang ada di laut baik ikan, lamun hingga terumbu karang.

Kerusakan terumbu karang biasanya diakibatkan oleh aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab, pemanasan global hingga faktor lingkungan lain. Berangkat dari rasa kepedulian terhadap lingkungan ini mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH yang tergabung dalam organisasi selam Ocean Blue Diving Club (OBDC) melakukan kegiatan transplantasi karang. Diharapkan dari kegiatan ini dapat mengembalikan kondisi pesisir pantai menjadi lebih baik.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari dimulai dari tanggal 14 sampai 15 April 2018 ini diharapkan mampu meningkatkan rasa kepedulian mahasiswa FIKP UMRAH terhadap lingkungan. Kegiatan yang berlokasi di pantai Desa pengudang merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara Member Training. Member Training merupakan agenda bulanan OBDC dalam meningkatkan kemampuan renang dan penyelaman laut.

“Hujan yang turun dan gelombang yang kuat saat itu bukanlah halangan bagi kami untuk melakukan transplantasi karang. Hal kecil yang kami lakukan mungkin tidak terlalu berpengaruh terhadap kondisi pantai di desa pengudang secara cepat namun dari kegiatan inilah kita dapat menyadarkan bahwa alam juga ciptaan Tuhan yang harus kita cintai” pesan sekretaris OBDC Iqbal Edmanda Noari Lubis.

Semoga kegiatan yang dilaksanakan oleh OBDC memberikan dampak bagi keseimbangan ekosistem laut dan tentunya menjadi motivasi bagi organisasi-organisasi lain untuk melaksanakan kegiatan sejenis. Usaha bersama yang berlandaskan kepedulian merupakan awal terjaganya kelestarian lingkungan.

Joint Research FIKP UMRAH dengan TMSI Singapore

0

Joint Research FIKP UMRAH dengan TMSI Singapore

Dekan FIKP UMRAH Dr. Agung Dhamar Syakti bersama Prof Wong Sek Man Direktur TMSI Singapore

Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi FIKP sebagai Center of Excellence di Asia Pasifik di tahun 2040 dalam dibidang Pengelolaan Berkelanjutan Sumderdaya Kelautan Perikanan dan Kemaritiman 2030, salah satu gebrakan pertama FIKP UMRAH di tahun 2018 adalah mengembangkan jejaring kerjasama dengan mitra hebat dari Singapura yakni, Tropical Marine Science Institute (TMSI), National University of Singapore (NUS).

Dalam kunjungannya ke TMSI, Dekan FIKP UMRAH, Dr. Agung Dhamar Syakti menyatakan bahwa tujuan  praktis yang diharapkan dicapai ada tiga hal : Kesepahaman akan rencana Joint Research Progam dengan topik spesifik mengeni kajian Ekosistem Lamun (Sea Grass) dan Dugong, gerakan peningkatan kesadaran publik akan marine plastic debris melalui program Science Citizenship, joint conference dalam topik yang relevan dan pengiriman dosen untuk S3 di NUS.

Direktur TMSI Prof. Wong mengapresiasi keinginan dari pihak UMRAH dan berjanji akan membantu semaksimal mungkin mewujudkannya. Lokus riset di Kepulauan Riau adalah Laboratorium Alami Raksasa yang sangat menarik untuk dieksplorasi dan dikaji, demikian Prof Wong menyampaikan dalam pertemuan 16 Januari 2018 yang lalu.

Dalam kunjungan ke TMSI NUS, delegasi Umrah terdiri dari Dr. Agung D Syakti (Dekan FIKP), Kepala Dr. Victor Amrifo (Ka LP3M UMRAH) dan Jales Veva Jaya (Kapus PSPL). Selain UMRAH, kunjungan ke TMSI NUS juga diikuti oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau yang langsung dipimpin oleh Prof. Dr. Bintal Amin (Dekan UR) dan Dr. Mulyadi (WD2 UR). Kunjungan kedua institusi ini adalah bagian dari tindak lanjut multi-lateral meeting konsorsium riset IPB, UNRI, UI, UNHAS dan UMRAH dengan NUS dan James Cook University yang diselengggarakan oleh EMRIO – IPB, November 2017 yang lalu.

Dekan FIKP UMRAH berkiprah dalam Dewan Riset Daerah KEPRI

0

 

Pengukuhan Dewan Riset Daerah Provinsi Kepualuan Riau

 

Dekan FIKP UMRAH Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA besama Gubernur Provinsi Kepualuan Riau Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si

Pembentukan Dewan Riset Daerah Provinsi Kepualuan Riau merupakan amana UU No 18 tahun 2002 tentang sistem nasional penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada Pasal. 20 ayat 1 UU tersebut mensyaratkan kepada pemerintah  daerah untuk memberikan fasilitas maupun staf penunjang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di wilayah pemerintahannya. Sedangkan pasal 27 menyatakan bahwa pemerintah  daerah wajib mengalokasikan anggaran yang memadai untuk memacu percepatan penguasaan, pemanfaatan dan pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasal 31 dalam UU No 24 tahun 2004 tentang sistem perencanaan dinyatakan, perencanaan pembangunan daerah harus didasarkan pada data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Kemudian pasal 33 dinyatakan Kepala Daerah harus bertanggungjawab terhadap perencanaan pembangunan daerah (Dedy Suwadha http://batam.tribunnews.com/2012/04/02/kepri-segera-punya-dewan-riset-daerah).

Mengutip pernyataan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam acara “Talkshow dan Launching Organisasi Profesi Analis Kebijakan” tanggal 9 September 2016, “tantangan terbesar bagi pemerintah adalah bagaimana memproduksi kebijakan berkualitas sehingga memperkuat daya saing Indonesia dengan peluang dan sumber daya yang dimiliki. Kebijakan publik yang berkualitas dan aplikatif adalah berdasarkan bukti-bukti  yang memadai”. Penggunaan bukti dalam pengambilan kebijakan (evidence based policy) dewasa ini semakin dinilai sangat penting dan menjadi tuntutan.  Salah satu dasar bukti kebijakan yang mampu mengilmiahkan kebijakan adalah hasil penelitian. Penggunaan hasil penelitian yang tidak akurat dalam pengambilan kebijakan dapat menyebabkan kegagalan kebijakan. Perubahan paradigma dalam pengambilan kebijakan berbasis bukti membuka peluang besar bagi para peneliti untuk berpartisipasi dan hasilnya dapat diakses oleh para pembuat kebijakan sehingga hasil penelitiannya dapat digunakan secara lebih efektif (http://setkab.go.id/kebijakan-berbasis-penelitian/).

Maka sangat jelas bahwa keberadaan Dewan Riset Daerah menjadi kebutuhan daerah terutama bagi Kepala Daerah

 

Tanjungpinang, 20 Desember 2017

Kontributor

Henky Irawan, S.Pi., MP., M.Sc

NIP. 19830404 201504 1 001