Beranda blog

TUK FIKP UMRAH SELENGGARAKAN SERTIFIKASI PENILAI EKOSISTEM TERUMBU KARANG

0

Tempat Uji Kompetensi (TUK) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) UMRAH melaksanakan sertifikasi kompetensi penilai ekosistem terumbu karang pada hari Jumat 18 November 2022 sampai 20 November 2022.

Kegiatan ini dibuka resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH Aditya Hikmat Nugraha, S.I.K, M.Si. Selain itu hadir dalam kegiatan pembukaan Direktur Yayasan Ekologi Kepulauan Riau Tri Armanto, S.Pi, Asesor Penilai Ekosistem Terumbu Karang Dr.Beginer Subhan serta Ketua LSP Pusat Riset Oseanografi yang hadir secara virtual Triyono, S.Pi, M.Si.

Kegiatan sertifikasi kompetensi penilai ekosistem terumbu karang yang dilaksanakan pada kesempatan kali ini, merupakan sertifikasi kompetensi pertama yang dilaksanakan secara mandiri di TUK FIKP UMRAH pasca selesainya program coremap CTI. Pada kegiatan ini terdapat 5 asesi yang telah selesai melaksanakan pelatihan penilai ekosistem terumbu karang.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam mendukung Satuan Unit Operasi Pengelola (SUOP) Kawasan Konservasi Bintan Timur. Sertifikasi kompetensi penilai kondisi ekosistem terumbu karang ini terselenggara atas kerjasama FIKP UMRAH, Yayasan Ekologi, Yayasan Konservasi Indonesia, Dinas Kelautan dan Perikanan Prov Kepulauan Riau dan LSP Pusat Riset Oseanografi BRIN.

Ke depan diharapkan apabila lima asesi yang mengikuti kegiatan sertifikasi kompetensi dan dinyatakan kompeten dapat membantu dalam melakukan pemantauan ekosistem terumbu karang di kawasan konservasi Bintan Timur. Asesi yang dinyatakan lulus nantinya akan mendapat sertifikat profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Kampung Madong Mencuri Perhatian Menteri Kelautan dan Perikanan

0

Kampung Madong yang berada di Kelurah Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang mendadak menjadi pusat perhatian, dikala Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono hadir sebagai bagian kunjungan kerja Menteri di Kota Tanjungpinang. Kunjungan kerja Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan di Kampung Madong mengusung dua agenda, yaitu Pengembangan Kampung Ikan Madong – Sei Nyirih serta Temu Nelayan dan Akademisi; Kegiatan Aksi Bulan Cinta Laut, sebagaimana dilaporkan oleh Dr. Ir. T. Ersti Yulika Sari, S.Pi., M.Si yang merupakan Koordinator kegiatan yang juga Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) UMRAH.

Ibu Dekan FIKP menjelaskan bahwa Kampung Ikan Madong merupakan kampung binaan pengembangan wilayah berbasis kelautan dan perikanan yang bercirikan kepulauan dan digagas oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH. Pengembangan Kampung Madong berbasis pada realitas ekosistem dari hasil riset, melibatkan banyak pemangku kepentingan yang diharapkan menciptakan sinergi hulu dan hilir serta berdampak luas pada  kegiatan perikanan tangkap, budidaya, pengolahan, dan kegiatan lainnya di sektor hilir. Bahkan pada masa mendatang akan diarahkan pada pengembangan konsep minawisata dengan sekaligus memperluas wilayah hingga ke Kampung Sei Nyirih yang masih berada pada satu satuan ekosistem pesisir serta karakter fisik alam dan masyarakat yang sama. Kampung Sei Nyirih akan dikembangkan menjadi destinasi wisata (ekowisata) serta kawasan mangrove akan menjadi kawasan laboratorium alam (eduwisata). Pengembangan Kampung Madong dan Sei Nyirih memerlukan dukungan banyak sektor dan pihak sebagai wujud nyata kerja sama erat dari para pemangku kepentingan dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia, khususnya Kepulauan Riau. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH yang juga ikut menggagas program ini, siap menjadi backbone dalam membangun sinergitas antar pemangku kepentingan, pelaku, dan para pihak untuk pengembangan Kampung Madong dan Sei Nyirih ke depan.

Menteri Kelautan dan Perikanan dalam sambutannya menekankan pada lima program prioritas KKP, yaitu Memperluas wilayah konservasi dengan target 30%; Penangkapan ikan di laut akan diatur dengan menerapkan kebijakan penangkapan ikan secara terukur berbasis kuota di 6 zona penangkapan ikan yang ditentukan; Pembangunan budidaya yang ramah lingkungan di wilayah laut, pesisir, dan perairan darat; Menjaga wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terhadap potensi kerusakan akibat kegiatan ekonomi yang tidak terkendali; dan Penerapan program “Bulan Cinta Laut”.

Bila dikaitkan dengan agenda kunjungan kerja MENKP dan lima program prioritas, Pengembangan Kampung Ikan Madong – Sei Nyirih mendukung program prioritas tentang perluasan kawasan konservasi perairan yang diharapkan dapat mencapai 30% dan juga sebagai upaya menjaga wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terhadap potensi kerusakan akibat kegiatan ekonomi yang tidak terkendali. Sementara kegiatan aksi Bulan Cinta Laut (BCL) dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas KKP dan sebagai upaya menjadikan Kampung Ikan Madong – Sei Nyirih menjadi kawasan minawisata yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan. Bapak MenKP menjaring sampah plastik di perairan yang bersama nelayan sebagai kegiatan aksi BCL dan juga melakukan restocking ikan kakap putih berukuran 7-8 cm sebanyak 2.323 ekor ke perairan.

Bak gayung bersambut, Walikota, Hj. Rahma, S.IP., menyampaikan bahwa sebagai bagian dari kegiatan “Bulan Cinta Laut” di Kota Tanjungpinang dilakukan dalam bentuk kegiatan clean-up atau yang biasa disebut goro (gotong royong). Kegiatan menjadi keunikan di daerah ini, dimana pemungutan sampah dilakukan di laut dengan menggunakan tangguk atau serok sehingga kami menamakan kegiatan ini “Tangguk Sampah”. Aksi ini telah dilakukan sejak 1 Oktober 2022 dan akan berlangsung selama Oktober 2022 di Kampung Pelangi dan Kampung Ikan Madong. Ibu Walikota juga mengharapkan dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mewujudkan cita-cita kami dan khususnya masyarakat perikanan yang ada di Kota Tanjungpinang.

Pada penghujung kunjungan kerjanya, MENKP menghaturkan terima kasih kepada FIKP UMRAH yang telah menjadi tuan rumah yang baik dalam perhelatan ini. Hal sama juga disampaikan oleh Walikota Tanjungpinang kepada Dekan FIKP UMRAH yang telah menghadirkan Bapak MENKP di Kampung Madong, Tanjungpinang. Suatu kehormatan bagi Pemerintah Kota dan warga Tanjungpinang mendapat kunjungan dari Menteri Kelautan dan Perikanan, semoga perhatian kepada Kampung Ikan Madong tidak hanya hari ini saja, tetapi menjadi awal sinergi dalam pengembangan Kampung Ikan Madong – Sei Nyirih.

FIKP UMRAH Selenggarakan Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa

0

Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH menyelenggarakan kegiatan sertifikasi kompetensi mahasiswa pada tanggal 7-8 Oktober 2022. Terdapat 100 mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut yang terbagi menjadi 4 bidang kompetensi yaitu meliputi : pembenihan ikan, pengolahan perikanan, konservasi sumberdaya perairan dan bisnis perikanan. Hadir sebagai asesor pada kegiatan tersebut yaitu Iqbal Djawad, PhD (FIKP UNHAS) dan Dr Yopi Novita serta Prihatin Ika Wahyuningrum (FPIK IPB).

Pada kegiatan tersebut mahasiswa melaksanakan uji baik secara tertulis maupun yang dilakukan secara observasi. Selanjutnya mahasiswa yang dinyatakan lulus uji kompetensi berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang berasal dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang tentunya sangat berguna sekali setelah mahasiswa nanti lulus dan akan memasuki dunia pekerjaan. Hal tersebut sangat berguna terutama dalam mendukung Indeks Kinerja Utama Perguruan Tinggi yang pertama terkait jumlah lulusan perguruan tinggi yang diserap oleh dunia kerja dan memperoleh penghasilan yang layak.

Seminar Nasional Perikanan Tangkap ke-IX

0

Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (06/10/22). Insan perikanan tangkap Indonesia yang tergabung dalam Forum Kemitraan Konsorsium Perikanan Tangkap (FK2PT) mendukung Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk menerapkan pengelolaan perikanan tangkap yang semakin ramah lingkungan dan terukur.

“Penangkapan ikan ramah lingkungan dan terukur  perlu didukung semua pemangku kepentingan untuk mengatasi isu kesehatan laut dan ketahanan pangan,” ungkap Ketua FK2PT Agus Suherman dalam Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX pada Kamis (6/09) di Tanjung Pinang Kepulauan Riau.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang bertindak sebagai pembicara kunci dalam meminar nasional yang diselenggarakan atas kerja sama FK2PT dan FIKP Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menyampaikan KKP telah menyiapkan roadmap Ekonomi Biru melalui 5 program utama, salah satunya program penangkapan ikan terukur.

“Prinsip utama penangkapan ikan terukur adalah adanya perlindungan maksimal kepada nelayan kecil”, ungkap anggota Kabinet yang kerap disapa Menteri Trenggono ini.

Ini sejalan dengan konsep pentahelix yang diyakini oleh seluruh pemangku kepentingan akan mengembangkan dan menjaga keberlanjutan sumberdaya perikanan.

Selain itu, kebijakan ini juga berpihak pada pengembangan ekonomi lokal yang merata di seluruh zona sebagai satu kesatuan pengembangan ekonomi dan pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan,” tambahnya.

kebijakan yang disusun dengan basis data riset dan informasi big data dari pemerintah serta industri yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu, dirinya sangat mengapresiasi FIKP UMRAH dan FK2PT atas inisiatifnya untuk melaksanakan kegiatan yang penting ini.

“Saya selalu antusias dan berbahagia setiap hadir dalam pertemuan para pemangku kepentingan, terlebih forum para akademisi yang menjadi bagian teramat penting dalam pembangunan kelautan dan perikanan di tanah air” pungkas Menteri Trenggono.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Wahyu Muzammil, S.Pi., M.Si Dosen FIKP UMRAH menjelaskan seminar mengusung tema “IPTEKS dan Sumber Daya Manusia untuk Transformasi Perikanan yang Unggul: Inovasi dan Agilitas Perikanan Ramah Lingkungan untuk Akselerasi Perikanan yang Terukur”.

Ia menambahkan seminar diselenggarakan secara hybrid dengan menampilkan makalah dari para akademisi dari perguruan tinggi seluruh Indonesia dan juga beberapa praktisi di bidang perikanan tangkap. “Jumlah pemakalah dalam seminar nasional ini di luar perkiraan panitia, 101 makalah sudah terseleksi, 51 disajikan secara daring dan 49 lainnya secara luring. Antusiasmenya sangat luar biasa. Untuk itu kami sampaikan apresiasi yang luar biasa,” tuturnya.

Workshop Penulisan Jurnal FIKP

0

Senin 26 September 2022 bertempat di Ruang Tanjak Gedung Rektorat Universitas Maritim Raja Ali Haji, telah dilaksanakan Kegiatan Workshop Penulisan Jurnal Bagi Mahasiswa dan Dosen di Lingkungan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Dekan I FIKP Aditya Hikmat Nugraha, S.I.K, M.Si, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Dr Muhamad Reza Cordova yaitu Peneliti Madya Pusat Riset Oseanografi, Badan Riset Inovasi Nasional.

Dalam sambutannya Wakil Dekan I FIKP UMRAH menyampaikan bahwa FIKP memiliki track record yang baik dalam melakukan aktivitas publikasi riset di UMRAH. Hal tersebut terlihat dari Program Studi dan Penulis yang berada pada peringkat atas pada SINTA UMRAH berasal dari FIKP. Selanjutnya pemateri juga banyak memberikan tips terkait bagaimana langkah menyiapkan tulisan yang baik sehingga bisa diterima untuk dipublikasikan di jurnal bereputasi dan berdampak kepada banyaknya yang mensitasi tulisan kita.

Acara ini diikuti mayoritas oleh  mahasiswa tingkat akhir pada program sarjana maupun magister yang sedang mempersiapkan kelulusan, dimana syarat untuk kelulusan mahasiswa harus memiliki satu buah publikasi.

FIKP UMRAH SELENGGARAKAN KEGIATAN INSPIRATION TALK

0

(Dompak) Sabtu 10 September 2022 Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH menyelenggarakan kegiatan Inspiration Talk yang diselenggarakan di Aula Wan Seribeni, Pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Acara ini menghadirkan dua narasumber yaitu Dr Kusdiantoro, S.Pi, M.Si selaku Sekretaris Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (BPSDM KKP) dan Kaisar Akhir, S.I.K, M.B.A, M.Sc selaku founder Maritim Muda Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH dan siswa Sekolah Menengah Atas di Tanjungpinang. Acara ini dibuka resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Dr.Ir. T. Ersti Yulika Sari, S.Pi, M.Si. Tujuan diselenggarakannya acara ini yaitu untuk memberikan inspirasi kepada generasi muda bahwasannya sektor perikanan dan kelautan memiliki peran yang sangat penting di negeri ini. Berbicara terkait perikanan tidak hanya menjadi seorang nelayan tetapi banyak profesi penting lainnya yang bisa diciptakan oleh sarjana perikanan dan kelautan tutur Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH.

Dalam paparan materinya Dr Kusdiantoro menyampaikan bahwa dalam menggapai visi Indonesia Emas 2045 sektor perikanan dan kelautan memiliki potensi yang sangat besar dan saat ini potensi tersebut belum termanfaatkan secara optimal. Dr Kusdiantoro yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Jederal Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI), generasi muda juga memiliki peran yang sangat besar dalam membangkitkan sektor perikanan dan kelautan Indonesia. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa FIKP UMRAH dan SIswa yang hadir dalam kesempatan tersebut untuk memperbanyak networking dimulai dari saat ini, karen ahal tersebut sangat penting sekali. Selain itu Kaisar Akhir selaku founder Maritim Muda dalam paparannya menyampaikan terkait dengan program-program yang telah dilakukan oleh Maritim Muda dalam rangka membangun sektor maritim di Indonesia. Beliau juga mengajak kepada para generasi muda yang hadir untuk bergabung bersama dalam organisasi Maritim Muda.

FIKP UMRAH Tanda Tangani Nota Kesepakatan Kerjasama dengan Desa Resun, Kabupaten Lingga

0

Senggarang (7/9) Hari rabu siang tanggal 7 September 2022 bertempat di Ruang Rapat Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan telah dilaksanakan penandatanganam nota kesepakatan bersama antara Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH bersama Pemerintah Desa Resun Kabupaten Lingga.

Di awal sambutanya Ketua Desa Resun, Hairul Mazi memaparkan bahwa Desa Resun merupakan salah satu Desa Wisata yang berada di Kabupaten Lingga, beliau juga menjelaskan terkait potensi-potensi sumberdaya yang ada di Desa Lingga. Beliau menyampaikan bahwa saat ini kami memerlukan pendampingan dari pihak akademisi dalam rangka memberdayakan sumberdaya yang ada di Desa Resun. Sehingga dari itu perlunya kerjasama ini diwujudkan

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH. Dr. Ir. T. Ersti Yulia Sari, S.Pi, M. Si menyampaikan bahwa suatu kehormatan bagi FIKP UMRAH dapat dikunjungi oleh Pemerintah Desa Resun. Dalam pertemuan tersebut beliau juga memberikan beberapa contoh kegiatan yang dapat diadopsi di Desa Resun sebagai Desa Wisata. Selain itu Dekan FIKP UMRAH mengarahkan agar mulai dari saat ini Pemerintah Desa Resun dapat memulai menyusun kegiatan apa saja yang ingin dikembangkan dan kemudian dapat diselaraskan dengan kegiatan thridarma Perguruan Tinggi di FIKP UMRAH.

Acara ini juga dihadiri oleh perangkat desa Resun dan Ketua BPD dan Anggota BPD, dari FIKP UMRAH hadir juga para wakil dekan, ketua jurusan dan yang mewakili. Acara berlangsung dengan hangat dan diskusi mengalir dari seluruh pihak yang hadir pada acara tersebut. Acara tersebut ditutup dengan penandatanganan nota kesepakatan dan foto bersama.

STUDIUM GENERALE : MENINGKATKAN KOLABORASI BRIN DAN PERGURUAN TINGGI

0

Mengawali perkuliahan pada semester ganjil Tahun Akademik 2022-2023, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH mengadakan Studium General yang dilaksanakan pada hari Senin 5 September 2022 bertempat di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Riau. Hadir sebagai pemateri dalam Studium General tersebut yaitu Kepala Organisasi Riset (OR) Kebumian dan Maritim, Badan Riset dan Inovasi Nasional( BRIN) Prof.Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc.

Studium General tersebut secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH, Dr.Ir. T. Ersti  Yulika Sari, S.Pi, M.Si dalam sambutannya Dekan menyampaikan harapannya kedepan akan tercipta kolaborasi yang lebih erat lagi antara BRIN khususnya yang berada dibawah Organisasi Riset Kebumian dan Maritim dengan FIKP UMRAH dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Selain itu di awal paparannya Prof Ocky menyampaikan bahwasannya BRIN merupakan lembaga riset yang baru berdiri dan merupakan hasil peleburan dari empat lembaga yang ada di Indonesia yaitu BPPT, LIPI, BATAN dan LAPAN, serta disusul oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan yang ada di setiap Kementerian/Lembaga di Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa seorang peneliti yang ada di Indonesia pasti berafiliasi di BRIN.

Prof Ocky juga menyampaikan bahwa BRIN memiliki komitmen yang besar dalam mendukung kegiatan penelitian padang bidang maritim khususnya riset terkait kelautan dan perikanan. Beliau juga menyampaikan terkait program-program dari BRIN serta fasilitas Riset yang dapat melibatkan dosen dan mahasiswa yang berasal dari Perguruan Tinggi seperti, Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Research Assistant, Degree by  Research, Bantuan Riset bagi Talenta Riset dan Inovasi (BARISTA), Fasilitasi Hari Layar. Saat ini juga BRIN telah didukung dengan fasilitas peralatan yang canggih dalam mendukung riset di bidang kelautan dan perikanan seperti laboratorium genomik, laboratorium kelautan (Laterio) dan keberadaan kapal riset.

Banyak para peserta yang antusias dengan materi yang disampaikan oleh Prof Ocky. Mayoritas peserta umumnya bertanya mengenai bagaimana untuk mengakses tprogram BRIN dalam memfasilitasi pelaksanaan magang, tugas akhir maupun peluang untuk melaksanakan studi lanjut. Stadium generale ditutup dengan sesi penyerahan cinderamata dari Dekan FIKP UMRAH kepada Prof Ocky yang diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta.

FIKP Gelar Seminar Series “Budidaya Anggur Laut (Caulerva sp) dan Bisnis Pengolahan Perikanan Skala Ekspor”

7

Dompak (11/11), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH menyelenggarakan acara seminar series di Auditorium UMRAH Dompak. Seminar tersebut diikuti oleh ±100 peserta yang merupakan mahasiswa dan dosen di lingkungan UMRAH. Hadir sebagai narasumber Dr. Tengku Said Raza’i., S.Pi., M.P. yang merupakan Dosen Jurusan Budidaya Perairan UMRAH dan Dedi Sipakkar., A.Md.Pi. yang merupakan Manager Food Safety di PT Bintan Intan Gemilang (BIG).  Kemudian sebagai moderator Wahyudin., S.Pi., M.Si., Ph.D. yang merupakan Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan UMRAH.

Seminar series dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan yang diwakili oleh Wakil Dekan I Aditya Hikmat Nugraha., S.IK., M.Si. Dalam sambutannya Aditya menyatakan bahwa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan menyambut baik kegiatan seminar ini karena menambah ilmu terkait budidaya anggur laut (Caulerva sp) dan bisnis pengolahan perikanan skala ekspor. Di samping itu, ia juga menyampaikan apresisasi kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini dan kepada peserta yang bersemangat hadir untuk mengikuti seminar di tengah kesibukan perkuliahan.

Dr. Tengku Said Raza’i., S.Pi., M.P. dalam materinya menyampaikan bahwa Caulerva sp di Kepulauan Riau memiliki potensi yang besar dan berpeluang untuk dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta nilai gizi yang tinggi pula. Selanjutnya Dedi Sipakkar., A.Md.Pi. menyampaikan bahwa Kepulauan Riau sesungguhnya mampu untuk melakukan pengolahan perikanan skala eskpor karena potensi perikanan yang besar, namun belum banyak perusahaan yang melakukan akitivitas pengolahan tersebut. Sejauh ini perikanan ekspor di Kepulauan Riau hanya berfokus pada komoditi ikan segar, sehingga peluang bisnis pengolahan perikanan sangat besar.

Seminar dilanjutkan dengan sesi diskusi berupa Tanya jawab antara peserta seminar dengan pemateri dipandu oleh moderator. Peserta antusias mengajukan pertanyaan, namun karena waktu yang tidak mencukupi sehingga hanya diberikan kesempatan pada 3 penanya saja, yaitu Rizalendi dari jurusan Budidaya Perairan, Dedi Kurniadi dan Wahyudi dari jurusan Sosial Ekonomi Perikanan. Seminar series diakhiri dengan foto bersama antara pemateri dan seluruh peserta.

FIKP UMRAH Selenggarakan Pelatihan Penilai Kondisi Padang Lamun dan Komunitas Mangrove

7

Senggarang, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Kompetensi Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), menyelenggarakan pelatihan penilai kondisi padang lamun dan komunitas mangrove. Kegiatan tersebut berlangsungdari tanggal 27 September – 1 Oktober 2021. Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari Program Coremap-CTI yang disponsori oleh World Bank.

Dalam sambutanya Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Dekan bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama Aditya Hikmat Nugraha M.Si menyambut baik kegiatan ini, kegiatan ini sangat relevan dengan era Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan berharap kegiatan pelatihan ini dapat berlangsung terus di waktu yang akan datang. Selain itu Direktur Pusat Pengembangan Kompetensi BRIN Dr. Sudi Ariyanto, M.Eng mengucap syukur dan berterima kasih kepada pihak FIKP UMRAH yang telah mau bekerja sama menyelenggarakan kegiatan ini dalam rangka mencetak sumberdaya yang dapat memajukan dunia kelautan Indonesia.

Terdapat 26 peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan ini, sebanyak 14 peserta mengikuti kegiatan pelatihan untuk penilai kondisi padang lamun dan 12 peserta mengikuti kegiatan pelatihan untuk penilai kondisi komunitas mangrove. Peserta terdiri dari Mahasiswa, Dosen dan Staff FIKP UMRAH, Mahasiswa Program Studi Lingkungan IPB University serta dari Yayasan Ekologi Kepulauan Riau. Sementara pelatih yang terlibat dalam pelatihan ini berasal dari tiga universitas yaitu, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Bangka Belitung dan Universitas Hassanuddin.

Selanjutnya setelah menjalankan kegiatan pelatihan ini, para peserta akan melaksanakan uji kompetensi sesuai bidang pelatihan yang diikuti pada Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, untuk memperoleh sertifikat profesi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).