Beranda blog Halaman 10

Prodi BDP UMRAH miliki piranti Mass Production Embryo System

0

Pencapaian visi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sebagai universitas terkemuka berbasis kemaritiman tentu mesti didukung oleh sarana dan prasarana riset yang memadai dan berkelas dunia. Sejalan dengan hal tersebut, program studi Budidaya Perairan (BDP) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) UMRAH kini sudah memiliki perangkat riset Mass Embryo System dan Aquatic Research System.

DSCN1649

Senin, (22/2/2016) merupakan hari dimana perangkat-perangkat kelas dunia ini diuji coba. Uji coba yang dilakukan oleh Dosen dan Mahasiswa BDP FIKP UMRAH ini turut disaksikan oleh rektor UMRAH, Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc serta Dekan FIKP UMRAH, Dr. Bustami.

Uji coba ini didampingi langsung oleh Martin Kennedy pendiri dari MBK Installation Ltd., selaku vendor dan Instalator dari perangkat Mass Embryo System dan Aquatic Research System ini. Martin juga merakit dan memberikan pelatihan bagaimana Perangkat ini dioperasikan.

Perangkat ini bekerja dengan cara melakukan manipulasi ekosistem dengan menggabungkan berbagai alat yang dapat mengontrol kondisi kualitas air untuk pembenihan ikan air tawar maupun air laut.

Wiwin Kusuma, Ketua program studi BDP FIKP UMRAH kepada umrah.ac.id mengatakan bahwa dengan hadirnya perangkat ini dapat mendukung pencapaian visi Program Studi BDP UMRAH.

“Dengan pemanfaatan maksimal, sudah tentu akan berkontribusi besar dalam pencapaian visi program studi BDP UMRAH untuk menjadi program studi terkemuka dalam pengembangan IPTEK Budidaya Laut Di Indonesia Bagian Barat Pada tahun 2035” Ujar Wiwin.

Selain itu, lanjut dia, dengan hadirnya peralatan ini juga dapat menunjang kegiatan praktikum mahasiswa serta riset dosen. Komoditi riset yang akan dikembangkan oleh Program Studi BDP UMRAH diantaranya Kuda Laut, Ikan Bawal Bintang, Kakap, Kerapu, Gonggong, Kepiting dan masih banyak lagi komoditi lokal Kepulauan Riau yang potensial.

Dalam kesempatan yang sama, Martin Kennedy, selaku pihak vendor menjelaskan bahwa perangkat yang dimiliki UMRAH ini adalah dua perangkat yang berbeda, namun saling berhubungan.

Perangkat yang pertama, Z-Hab System merupakan perangkat penyimpanan budidaya kuda laut (Zebrafish Seahorse) yang menghemat waktu dan memberikan kemudahan dalam pelacakan hasil eksperimen dibanding sistem penyimpanan ikan konvensional. Kemudian perangkat yang kedua, Mass Embryo Production System (MEPS), yang dirancang untuk memproduksi embrio dalam jumlah besar untuk drug screening, eksperimen toksikologi, atau pembiakan ikan.

Untuk Indonesia, menurut Martin baru UMRAH yang pertama memanfaatkan peralatan-peralatan yang sudah awam digunakan di Eropa. “UMRAH merupakan pelopor dalam hal ini, semoga dengan hal ini UMRAH dapat mengembangkan inovasi riset budidaya perairan (Aquatic Research) dengan menggunakan perangkat-perangkat kelas dunia ini” Ucap Martin.

(BDP/FIKP)

Daftar Peserta KUKERTA tahun 2015 FIKP UMRAH

0

Berikut ini Kami sampaikan daftar nama Mahasiswa FIKP UMRAH yang berhak mengikuti Kukerta karena sudah menempuh 100 SKS

DATA KKN FIKP UMRAH 2015

FORM AKTIF KULIAH FIKP UMRAH

0

BAGI MAHASISWA YANG INGIN MEMBUAT AKTIF  KULIAH BISA DOWNLOAD LINK DI BAWAH INI

PENOMORAN BISA DI AMBIL DI MEJA STAFF

DEMIKIAN DISAMPAIKAN TERIMA KASIH

surat aktif kuliah 2015

JADWAL PENGISIAN SIPA FIKP UMRAH

0

1. Pengimputan Jadwal Perkuliahan Tanggal 4 Februari 2015

2. Pengisian LIRS Tanggal 4 s/d 12 Februari 2015 (Batas Pukul 16.00 WIB)

3. Persetujuan LIRS Tanggal 4 s/d 11 Februari 2015

4. Kegiatan Perkuliahan Tanggal Semester Genap Tanggal 23 Februari s/d 19 Juni 2015

5. Pengambilan KHS Semester Ganjil dan KRS Semester Genap :

a. Angkatan 2008 Tanggal 26 Februari 2015

b. Angkatan 2009 Tanggal 27 Februari 2015

c. Angkatan 2010 Tanggal 02 Maret 2015

d. Anggkatan 2011 Tanggal 03 Maret 2015

e. Angkatan 2012 Tanggal 04 Maret 2015

f. Angkatan 2013 Tanggal 05 Maret 2015

g. Angkatan 2014 TAnggal 06 Maret 2015

 

Research Funding in Ocean Affairs & Law of the Sea

0

Kesempatan kembali diberikan oleh United Nations dengan dukungan Nippon Foundation untuk melakukan riset selama 9 bulan di bidang “ocean affairs and law of the sea”. Peserta tidak harus lawyers, bisa juga fisheries, geodet, geologist, oceanographer, diplomat, coastal planner, anthropologist, atau apa saja yang terkait ocean affairs and law of the sea.

Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pendidikan dan pelatihan di bidang “ocean affairs and the law of the sea” dan disiplin terkait bagi pegawai pemerintah, dan/atau profesional tingkat menengah di negara berkembang. Selama 7 tahun berlangsungnya program ini, sudah ada 70 orang yang terpilih mengikutinya dari 55 negara.

Hingga kini sudah ada 5 orang Indonesia yang berhasil mendapatkan kesempatan ini. Sebagai negara kepulauan dengan luas laut yang signifikan, kesempatan terbuka lebar untuk Indonesia. Mungkin tahun
ini adalah kesempatan Anda.

Program ini terdiri dari dua tahap, tahap pertama (6 bulan) adalah melakukan penelitian di salah satu dari 42 institusi maritim terkemuka di 21 negara (Asia, Australia, Eropa atau Amerika). Melalui penelitian
ini, peserta diharapkan dapat menghasilkan sebuah tulisan ilmiah (100an halaman) berdasarkan proposal yang diajukan ketika mendaftar.
Tahap kedua adalah magang di Markas PBB di New York (3 bulan). Semua dana ditanggung, allowance lebih dari USD 3000 per bulan, which is really good.

Untuk ini, kandidat diminta membuat proposal sesuai dengan template yang tersedia dan menyertakan dokumen lain termasuk nominasi dari institusi yang tidak terlalu sulit untuk dipenuhi. Silahkan lihat
http://www.un.org/Depts/los/nippon/ untuk informasi lebih lanjut.

Semua persyaratan ada di http://j.mp/oVrM6V. Silakan baca yang teliti dan jika ada pertanyaan SPESIFIK dan TIDAK ADA di website, silakan kontak saya atau alumni lainnya.

Silahkan persiapkan segala sesuatunya, deadline: 15 September 2011.
Please check the website regularly.

Demikian, semoga bermanfaat.
Andi – UN-Nippon Fellow 2007/2008 (Alumni Representative/President 2008-2009)

PS. Informasi lain yang mungkin berguna:

http://www.unfalumni.org/ (website alumni)
http://www.borderstudies.info/?p=94 (catatan pribadi saya selama mengikuti program ini)

Tawaran Beasiswa Unggulan Dikti 2012

0

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI
Jl. Jenderal Sudirman, Pintu 1 Senayan, Jakarta 10002
Telp.(021)57946053 Fax.(021) 57946052
Email : subdit_pk@dikti.go.id, homepage : www.dikti.go.id

Nomor            : 620.1/E4.4/2011                                                                                           29 Februari 2012
Lampiran        :
Hal                :  Tawaran Beasiswa Unggulan 2012 Ditjen Dikti

Kepada Yth     :

1. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri seluruh Indonesia
2. Direktur Politeknik Negeri seluruh Indonesia
3. Koordinator Kopertis Wilayah I-XII

 

Salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia di perguruan tinggi,  Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tahun 2012 kembali berinisiatif menyelenggarakan program Beasiswa Unggulan (BU) bagi Calon Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tetap. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi akademik dosen dan tenaga kependidikan yang memenuhi kualifikasi unggul.  Program BU merupakan beasiswa untuk mengikuti pendidikan bergelar tingkat pascasarjana (Magister atau Doktor) pada perguruan tinggi di dalam dan di luar negeri dengan memprioritaskan pada bidang-bidang keilmuan strategis. Adapun persyaratan umum yang harus dipenuhi bagi calon adalah: …

 

Silakan unduh Surat resmi disini

Unduh Panduan BU 2012

Seminar Hasil Penelitian Lapangan 2

0

Seminar Hasil Penelitian Lapangan 1

0

Contoh Agenda

Perlu Pendekatan Ekonomi–Ekologi untuk pembangunan Wilayah Perbatasan berbasis Potensi

0

Umrah.ac.id – Kebijakan Pemerintah Pusat dalam pengembangan Ekonomi Pulau-pulau terdepan di Wilayah Perbatasan seringkali tidak sesuai dengan fakta di lapangan karena karakteristik pulau yang sangat berbeda dan memiliki potensi masing-masing. Perlu dikembangan suatu model pendekatan ekonomi ekologi dalam pembangunan wilayah pulau yang betul-betul memperhatikan potensi pulau yang ada.

“Terkadang Kebijakan Pembangunan Ekonomi dan Pengelolaan pulau-pulau terluar pada wilayah perbatasan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat justru tidak sesuai dengan Kondisi di Lapangan, karena tidak berbasis pada Potensi yang ada. “ kata Donny Apdillah, S.Pi, M.Si, Kepala Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PPSPL) UMRAH sewaktu memberikan Pemaparan dalam Diskusi Pembangunan Ekonomi Sistem Pertahanan dan Pendidikan berbasis Maritim yang ditaja oleh Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

Diskusi ini diselenggarakan bersempena Kuliah Kerja Dalam Negeri dan Pengabdian Masyarakat mahasiswa UNHAN, Selasa (15/11) di Aula Fakultas Ekonomi UMRAH.

“Kalau Pendekatan Kebijakan seperti pengelolaan pulau seribu di wilayah jakarta dan sekitarnya tidak berdampak apa-apa bagi pulau yang memiliki karakteristik wilayah yang hampir sama. Namun akan berbeda jika pendekatan yang sama dipakai kepada pulau-pulau kecil di kawasan Natuna dan wilayah Kepulauan Riau, justru tidak singkron dan tidak tepat sasaran karena tidak berdasar kepada Potensi yang ada.” kata Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi UMRAH.

“Maka berdasarkan hal tersebut, kami mencoba menawarkan suatu Pendekatan Ekonomi Ekologi untuk pembangunan wilayah berbasis potensi pulau-pulau tersebut” Kata Donny.

Dosen Ilmu Kelautan ini mengatakan bahwa pendekatan ini mengutamakan potensi Ekonomi serta lingkungan dengan batasan-batasan sesuai kemampuan Pulau tersebut. Sebagai contohnya salah satu terluar seperti Pulau Karimun kecil yang berbatasan dengan Malaysia, masyarakatnya justru masih menganut animisme. Gejala-gejala seperti ini yang mesti didekati dengan Pendekatan Khusus secara Sosial, Budaya dan Ekonomi.

Menurut Donny, Pendekatan khusus ini mesti dilakukan supaya ekosistem pulau-pulau kecil tetap terjaga serta memperkuat status kepemilikan pulau karena jika masyarakat melakukan aktivitas ekonomi di Pulau-pulau terluar tersebut dan merasa tergantung dengan sumberdaya pesisir dan lautan tentu akan memacu kesadaran masayarakat untuk menjaga keberlangsungan ekosistem pulau tersebut.
Dampak Ekonomi bagi masyarakat pulau tersebut akan sangat besar karena potensi-potensi jasa seperti Pariwisata bahari tentu bergantung pada keindahan karena ekosistem yang terjaga, maka akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang tinggal di pulau terluar. (dip)

sumber: www.umrah.ac.id