Beranda blog Halaman 11

Perlu Pendekatan Ekonomi–Ekologi untuk pembangunan Wilayah Perbatasan berbasis Potensi

0

Umrah.ac.id – Kebijakan Pemerintah Pusat dalam pengembangan Ekonomi Pulau-pulau terdepan di Wilayah Perbatasan seringkali tidak sesuai dengan fakta di lapangan karena karakteristik pulau yang sangat berbeda dan memiliki potensi masing-masing. Perlu dikembangan suatu model pendekatan ekonomi ekologi dalam pembangunan wilayah pulau yang betul-betul memperhatikan potensi pulau yang ada.

“Terkadang Kebijakan Pembangunan Ekonomi dan Pengelolaan pulau-pulau terluar pada wilayah perbatasan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat justru tidak sesuai dengan Kondisi di Lapangan, karena tidak berbasis pada Potensi yang ada. “ kata Donny Apdillah, S.Pi, M.Si, Kepala Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PPSPL) UMRAH sewaktu memberikan Pemaparan dalam Diskusi Pembangunan Ekonomi Sistem Pertahanan dan Pendidikan berbasis Maritim yang ditaja oleh Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

Diskusi ini diselenggarakan bersempena Kuliah Kerja Dalam Negeri dan Pengabdian Masyarakat mahasiswa UNHAN, Selasa (15/11) di Aula Fakultas Ekonomi UMRAH.

“Kalau Pendekatan Kebijakan seperti pengelolaan pulau seribu di wilayah jakarta dan sekitarnya tidak berdampak apa-apa bagi pulau yang memiliki karakteristik wilayah yang hampir sama. Namun akan berbeda jika pendekatan yang sama dipakai kepada pulau-pulau kecil di kawasan Natuna dan wilayah Kepulauan Riau, justru tidak singkron dan tidak tepat sasaran karena tidak berdasar kepada Potensi yang ada.” kata Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi UMRAH.

“Maka berdasarkan hal tersebut, kami mencoba menawarkan suatu Pendekatan Ekonomi Ekologi untuk pembangunan wilayah berbasis potensi pulau-pulau tersebut” Kata Donny.

Dosen Ilmu Kelautan ini mengatakan bahwa pendekatan ini mengutamakan potensi Ekonomi serta lingkungan dengan batasan-batasan sesuai kemampuan Pulau tersebut. Sebagai contohnya salah satu terluar seperti Pulau Karimun kecil yang berbatasan dengan Malaysia, masyarakatnya justru masih menganut animisme. Gejala-gejala seperti ini yang mesti didekati dengan Pendekatan Khusus secara Sosial, Budaya dan Ekonomi.

Menurut Donny, Pendekatan khusus ini mesti dilakukan supaya ekosistem pulau-pulau kecil tetap terjaga serta memperkuat status kepemilikan pulau karena jika masyarakat melakukan aktivitas ekonomi di Pulau-pulau terluar tersebut dan merasa tergantung dengan sumberdaya pesisir dan lautan tentu akan memacu kesadaran masayarakat untuk menjaga keberlangsungan ekosistem pulau tersebut.
Dampak Ekonomi bagi masyarakat pulau tersebut akan sangat besar karena potensi-potensi jasa seperti Pariwisata bahari tentu bergantung pada keindahan karena ekosistem yang terjaga, maka akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang tinggal di pulau terluar. (dip)

sumber: www.umrah.ac.id

Mahasiswa UMRAH Ubah Energi Angin Jadi Listrik

0

TANJUNGPINANG – Kreatifitas manusia untuk terus menciptakan berbagai barang yang inovatif dalam rangka mempermudah pekerjaan manusia akan selalu dibutuhkan. Listrik sebagai energi yang sangat dibutuhkan oleh manusia dewasa ini kini bisa dihasilkan dengan memanfaatkan angin.

Adalah Jipriandi, yang berhasil menciptakan sebuah alat sederhana berupa baling-baling yang mampu mengubah energi angin menjadi energi listrik. Sebuah alat berbentuk seperti baling-baling itu dikatakan oleh mahasiswa Umrah ini dapat menghasilkan listrik sebesar 60 Ampere.

“Daerah kita ini adalah daerah kepulauan di mana sangat banyak angin di sini, terlebih lagi yang berada di wilayah pesisir pantai. Bahkan alat ini sangat cocok untuk orang-orang yang menginap di kelong-kelong karena pasti angin yang dibutuhkan mencukupi,” ucap mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan ini.

Untuk menghasilkan listrik sebesar 60 Ampere tersebut, Jipriandi mengatakan dibutuhkan angin dengan kecepatan 800 hingga 1.200 rpm. Oleh karena itu orang-orang yang tinggal di tepi laut, atau yang tinggal di kelong di tengah laut akan sangat cocok memiliki alat ini.

Mengenai bagaimana munculnya ide tentang pemanfaatan energi angin menjadi energi listrik, Ia mengatakan akibat kampusnya pada waktu itu sering sekali mengalami listrik mati, selain itu pula karena ia berada di jurusan kelautan dan melihat bagaimana fenomena alam yang terjadi di daerah kepulauan ini membuat ide tentang pemanfaatan energi angin muncul.(cr3)

sumber: http://tanjungpinangpos.co.id/2011/07/jipriandi-ubah-energi-angin-jadi-listrik/

Kerjasama Trismades – Umrah Dijajaki

0

Satu tim dari Proyek TRISMADES (Trikora Seagrass Management Demonstration Site) mengadakan kunjungan kerja ke UMRAH (Universitas Maritim Raja Ali Haji) di Bintan (Kepulauan Riau) pada tanggal 24 Februari 2010, untuk membahas dan menjajaki peluang kerjasama antara kedua lembaga itu.

TRISMADES merupakan suatu proyek konservasi lamun yang mendapat bantuan pendanaan dari UNEP /GEF (United Nation Environment Program / Global Environment Facility), yang berlokasi di pesisir timur Pulau Bintan. UMRAH didirikan pada atahun 2007, dan merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Bintan yang mempunyai Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.

Menurut Dr. Efrizal, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, jumlah mahasiswa UMRAH saat ini sekitar 3000, diantaranya 360 mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Tim TRISMADES di bawah pimpinannya Tri Edi Kuriandewa, menyampaikan pemaparan tentang status mutakhir proyek TRISMADES, dan peluang-peluang kerjasama dimana para mahasiswa dapat diikutsertakan dalam kegiatan proyek.

Monitoring dan studi ekologi padang lamun misalnya, dapat dilaksanakan oleh mahasiswa dengan bimbingan para pakar dari proyek, yang semuanya berasal dari Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Dr. Efrizal selanjuatnya menginformasikan tentang akan diselenggarakannya seminar sehari mengenai ekosistem mangrove dengan kerja sama BAKOSURTANAL (Badan Kordinasi Survei dan Pemetaan Nasional) yang akan diadakan di Tanjung Pinang tanggal 25 Maret 2010. Topik lain yang menjadi perhatian menyangkut ketahanan pangan dan budidaya rumput laut. (AN)

sumber:http://seagrass-indonesia.oseanografi.lipi.go.id/