Beranda blog

UMRAH Ikat Kerjasama dengan Dirjen Perikanan Tangkap KKP

0

Makassar – Universitas Maritim Raja Ali Haji yang diwakili oleh Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH, Dr. Agung Dhamar Syakti menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Perjanjian Kerjasama ditandatangani di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanudin, Makassar, Jumat(22/03/2019) bersama 10 Universitas lainnya yang memiliki Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan sekaligus representasi perwakilan dari Wilayah Pengelolaan Perikanan RI (WPPNRI) masing-masing Universitas berlokasi.

“Kerjasama ini sebagai bagian dari upaya Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP membenahi prosedur perizinan, penatalaksanaan pelabuhan perikanan serta penguatan pendataan operasional penangkapan ikan,” jelas Dirjen Perikanan Tangkap, M. Zulficar Mochtar.

Hal tersebut, lanjut Zulficar, relevan dengan urgensi pendataan operasional penangkapan ikan terutama terkait pemantauan kapal penangkapan ikan dan kapal pengangkut ikan.

“Mulai tahun 2019 ini, Ditjen Perikanan Tangkap melakukan terobosan yaitu bekerjasama dengan universitas, melalui penempatan mahasiswa sebagai observer on board.  Kerja sama ini penting agar cakupan observer kita lebih luas dan fungsional,” jelasnya.

Menurut Zulfikar,data-data hasil observer on-board dapat digunakan sebagai bahan tulisan ilmiah untuk memperkaya jurnal-jurnal ilmiah. Demikian juga data ini bagi Ditjen Perikanan Tangkap dapat digunakan sebagai salah satu instrumen untuk memenuhi tingkat kepatuhan Indonesia terhadap resolusi Regional Fisheries Management Organizations (RFMO’s). 

Dekan FIKP UMRAH, Dr. Agung Dhamar Syakti menyambut baik kerjasama ini. Melalui kerjasama ini nanti mahasiswa FIKP UMRAH akan diseleksi terlebih oleh Fakultas untuk ditempatkan diatas kapal ikan sebagai observer on board

“Jadi sebelum ditempatkan di kapal ikan, mahasiswa yang lulus rekomendasi Fakultas akan diberikan bimbingan teknis terlebih dahulu, agar mendapatkan keterampilan dan Materi yang diperlukan sebagai bekal ketika nanti dimulai penempatan” ujar Dr. Agung. (DJPT/Adi Pranadipa)

Dekan FIKP UMRAH Wakili Indonesia di International Experts Meeting on Microplastics di Tokyo

0

Tokyo –  Visi Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (FIKP-UMRAH) sebagai Pusat Kecemerlangan (Center of Excellence) Riset Kelautan dan Perikanan di regional Asia Pasifik bukanlah sekedar angan-angan belaka.

Tidak tanggung-tanggung, kali ini, Kementrian Lingkungan Hidup Jepang mengundang Dekan FIKP UMRAH, Dr. Agung Dhamar Syakti sebagai expert dari Indonesia dalam kegiatan International Experts Meeting on Microplastics di Tokyo, Kamis (7/3/2019) hingga Jumat(8/3/2019)

Kegiatan ini merupakan upaya mereka menerbitkan Pedoman Teknis Monitoring Mikroplastik di Permukaan Laut yang sudah di-harmonisasikan dengan beberapa pedoman Teknis lain yang dikeluarkan oleh Group of Expert on the Scientific Aspect of Marine Environmental Protection (GESAMP) ataupun dari Intergovernmental Oceanographic Commission Sub-Commission for the Western Pacific (IOC-WESTPAC).

Sebelumnya Dr. Syakti, panggilan akrabnya juga terlibat didalam pembuatan beberapa Pedoman Teknis Monitoring Mikroplastik baik itu di Air dan Sedimen.

Dalam kegiatan di Tokyo, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang juga mengundang para ahli mikroplastik Jepang dari berbagai perguruan tinggi seperti University of Tokyo, University of Kyushu, Tokyo University of Agriculture and Technology, Tokyo University of Marine Science and Technology serta para ahli dari berbagai negara lain seperti dari Chulalongkorn University (Thailand), East China Normal University (China), University of Cadiz (Spanyol), Pacific Institute of Geography (Rusia), Norwegian Institute for Water Research, Oslo (NIVA) dan tentunya UMRAH dari Indonesia.

Dalam kapasitasnya sebagai Dekan FIKP UMRAH, Dr. Syakti juga terus mempromosikan Kepulauan Riau sebagai lokus riset yang dapat dijadikan lahan pengembangan riset dan keilmuan di bidang Kelautan, Perikanan dan Kemaritiman.

Beberapa hasil lobby yang harus ditindaklanjuti adalah adanya peluang beasiswa bagi para dosen di UMRAH, calon mahasiswa program S3 pada East China Normal University (China), tentunya dalam bidang terkait dengan kimia dan biologi kelautan.

Dr. Syakti banyak memberi masukan dari perspektif kimia analitik dan juga mempromosikan alat sampling CetoRhiNet hasil invensinya yang didesain khusus untuk melakukan pengambilan sampel mikroplastik secara simultan yang saat ini sedang dalam proses validasi Paten.

Hasil guidelines dari Expert Meeting ini direncanakan terbit pada bulan Mei 2019 dan akan digunakan oleh peneliti-peneliti Jepang serta peneliti dari negara-negara sahabat Jepang yang memiliki kerjasama riset mikroplastik. Jepang juga merencanakan tahun 2020 akan melakukan ekspedisi dan kerjasama dengan peneliti-peneliti Indonesia dalam kajian mikroplastik.

Saat dihubungi via whatsapp ketika akan kembali ke Indonesia, Dr. Syakti mengatakan bahwa beberapa agenda Internasional FIKP UMRAH tahun ini sudah didepan mata.

“Minggu lalu kita dikunjungi oleh kolega dari The First Institute Oceanography, China dan University Malaysia Terengganu untuk persiapan workshop pelatihan monitoring Marine Endangered Species seperti Dugong, Pesut dan Penyu di UMRAH bulan Juni mendatang” ujarnya.

Kemudian pada April mendatang, Dr.Syakti juga akan menghadiri meeting IOC WESTPAC di Manila guna membahas mengenai training dan juga upaya UMRAH di Kepulauan Riau untuk menjadi venue tuan rumah dalam event akbar di 2020 yang akan melibatkan 500-700 ilmuwan dunia.

Editor : Adi Pranadipa

FIKP Gelar Kuliah Umum dan Teken MoA bersama Kemenlu RI

0

Dompak – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) UMRAH menggelar Kuliah Umum bertajuk “Pengembangan Kepulauan Natuna melalui penetapan sebagai Geopark Nasional dan Dunia serta Situs Ramsar” di Gedung Rapat serbaguna Lantai 3, Rektorat UMRAH dompak, Jumat (1/3/2019).

Hadir sebagai Narasumber, Drs Dindin Wahyudin, DEA, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Multilateral
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia .

Dalam sambutan saat membuka acara ini Dekan FIKP, Dr. Agung Dhamar Syakti mengucapkan terimakasih atas kesediaan Kemenlu RI untuk bekerjasama dengan FIKP UMRAH dalam bentuk Nota Kesepahaman Bersama(MoA) sekaligus Narasumber Kuliah Umum.

Sesi Kuliah umum kemudian dimulai. Bertindak sebagai moderator kuliah Umum, dosen Prodi SEP Dr. Ani Suryanti. Dalam paparannya Dindin menyampaikan bahwa Natuna dulunya berfungsi sebagaimana Singapura sekarang. Banyak kapal-kapal transit singgah di Natuna untuk mengambil air.

“Posisi Natuna sangat strategis dalam lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia. Melihat kondisi tersebut maka Pemerintah dalam hal ini, Kemenlu RI ikut berusaha mempertahankan Natuna dengan menjadikan Natuna sbg Geopark dan Situs Ramsar” ujar Dindin.

Natuna sendiri telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada tanggal 30 November 2018 silam. Tindak lanjut dari penetapan ini adalah Geopark Natuna saat ini akan diperjuangkan menjadi Geopark UNESCO.

Kuliah umum semakin berjalan alot saat sesi tanya jawab. Banyak pertanyaan yg dilontarkan oleh peserta. Diantaranya pertanyaan dari Dr. Febrianti Lestari, Fitria Ulfah MM, Bony Irawan dan beberapa orang mahasiswa. Semangat dari para peserta ini membuat Dindin tak kalah antusias menjawab setiap pertanyaan yg diajukan.

Usai Kuliah umum, sesi berikutnya adalah penandatanganan Nota Kesepahaman “Kajian potensi pemanfaatan lahan basah Natuna sbg Ramsar Site Indonesia” antara FIKP UMRAH yang diwakili oleh Dekan FIKP UMRAH dengan Bagian Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BP3K) Multilateral Kemenlu RI (FIKP)

Kontributor: Zalmadian

Editor : Adi Pranadipa

FIKP UMRAH dan FPIK UNSOED Teken Perjanjian Kerja Sama

0

Purwokerto – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) dan Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) sepakat untuk melakukan kerjasama bidang Pendidikan, Studi Pedesaan masyarakat pesisir dan Energi baru terbarukan. Penandatanganan Perjanjian kerjasama dilakukan di ruang Rapat Rektor Unsoed, Rabu(20/2/2019)

Perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Dekan FPIK UNSOED Dr. Ir. Isdy Sulistyo, DEA dengan Dekan FIKP UMRAH Dr. Agung Dhamar Syakti yang disaksikan langsung oleh Rektor UNSOED Prof.Dr.Ir. Suwarto, MS., dan Rektor UMRAH Prof. Dr. Syafsir Akhlus M.Sc.

Rektor UMRAH sangat menyambut baik kolaborasi yang disepakati melalui Perjanjian Kerjasama ini.

“Diharapkan adanya penelitian dan publikasi bersama dibidang perikanan dan kelautan, saling mengisi artikel antara jurnal kedua universitas dibidang perikanan dan kelautan, serta adanya kajian bersama untuk pemetaan potensi desa-desa nelayan” ujar Prof. Akhlus mengenai harapannya terhadap perjanjian Kerjasama ini.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unsoed sendiri berharap melalui sinergi ini, diharapkan kedua institusi ini akan saling menguatkan dan mendukung, khususnya dalam rangka berkontribusi menghasilkan luaran tridharma perguruan tinggi.

“Terlebih sebagai negara maritim, sumberdaya perikanan dan kelautan kita sangat luar biasa, di mana memiliki nilai keekonomian yang potensial untuk meningkatkan kualitas kehidupan, khususnya kesejahteraan masyarakat.” ujar Prof. Suwarto

Kemudian lanjutnya lagi, Melalui pertukaran akademisi, penguatan pembelajaran, riset-riset kolaboratif dan pengabdian masyarakat yang holistik, maka pengembangan potensi perikanan dan kelautan yang ada dapat direalisasikan secara optimal.

MoA atau Perjanjian Kerjasama antar PTN ini juga meliputi tukar menukar kepakaran, mahasiswa, riset, penyediaan bantuan tenaga ahli, pengembangan sumber daya manusia serta bidang lainnya yang relevan dengan upaya pengembangan kapasitas kelembagaan pembangunan dan kemasyarakatan.

Perjanjian Kerjasama ini berlaku untuk jangka waktu tiga tahun, terhitung sejak tanggal ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak. (Adi Pranadipa)

Dekan FIKP UMRAH jadi pembicara di Departemen Perikanan UGM

0

Yogyakarta – Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) UMRAH, Dr. Agung Dhamar Syakti, DEA didaulat menjadi narasumber pada kegiatan Program Peningkatan Kemampuan Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah bagi staf dosen dan mahasiswa pasca sarjana yang ditaja oleh Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat(15/02/2019) bertempat di ruang sidang Departemen Perikanan UGM, Bulaksumur Yogyakarta.

Kegiatan yang diikuti oleh peserta dosen Departemen Perikanan dari tiga prodi yg ada MSP, BDP dan THP serta mahasiswa S2 Ilmu Perikanan dan S3 Pertanian minat perikanan serta pengelola jurnal departemen Perikanan UGM diwarnai antusiasme yang tinggi. Selain membagikan kiat-kiat bagaimana menulis karya ilmiah, Dr. Agung juga menyinggung kiat-kiat mengelola jurnal.

“Jadi disampaikan juga bagaimana kita mendorong mereka untuk terlibat dalam sistem peer review, supaya secara keseluruhan kualitas jurnal ilmiah di UGM ataupun di indonesia akan meningkat, jadi perlu keterlibatan yang masif dari seluruh dosen dan peneliti” ujar Dr. Agung kepada editor umrah.ac.id melalui pesan singkat Whatsapp.

Menurut Dr. Agung, mereka para peserta mendapat masukan-masukan baru yang selama ini belum didapatkan.

“Terkait dengan bagaimana Open AccessSubscription, bayar atau tidaknya Jurnal internasional bereputasi. Ternyata mereka banyak belum tahu itu, jadi mereka sangat terbantu dengan adanya informasi yang aku sampaikan” kata peraih hibah riset DDRG LIPI ini.

Ada sesi yang cukup menarik dalam pelatihan tersebut, Dr. Agung coba mengambil contoh paper para peserta. Kemudian langsung dibahas, bahwa paper ini misalnya harus seperti apa koreksinya mulai dari judul, abstrak, pendahuluan dan sebagainya dibahas langsung ditempat.

Saking antusiasnya, kegiatan yang dimulai pukul 14.30 kemudian berakhir pukul 16.30 WIB ini bahkan sampai harus di stop oleh sekretaris Jurusan, pasal antusiasme yang membuncah dari peserta.

Menurut Dr. Agung, mereka juga memang punya anggaran yang cukup besar untuk penelitian dan publikasi, berbeda dengan UMRAH.

“Tapi justru mereka bilang wah di UMRAH saja meski dengan keterbatasan dana yang ada masih tetap bisa berkiprah dan menulis bahkan kita mengundang narasumber dari UMRAH kenapa kita yang punya kecukupan anggaran tidak bisa optimal” Ujar Dr Agung.

Salah satu peserta, Dr. Eko Setyobudi, S.Pi. , M.Si menceritakan kesannya dalam pelatihan ini

“Apa yang disampaikan sangat bermanfaat baik  bagi calon author, reviewer atau pengelola jurnal, .untuk dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas publikasi” ujarnya.

Sedangkan peserta lainnya, Nisa Qurrota Ayun mengatakan Materi-materi yang disampaikan oleh Dr Agung menurutnya sangat membantu tidak hanya bagaimana cara menulis paper yang baik dan benar tetapi juga berbagi tips-tips untuk mempermudah mempublish sebuah paper.

Senada dengan Nisa, peserta yang bernama Rizka Fauziana S. memiliki kesan yang baik dari pelatihan ini. “membuka wawasan hal-hal yg terkait dengan proses submit jurnal, memotivasi juga untuk menulis karya ilmiah dengan lebih baik lagi” ujarnya. (umrah.ac.id)

Editor : Adi Pranadipa

sumber

FIKP Awards & Expo 2018 Sebagai Bentuk Apresiasi dan Promosi FIKP Umrah

0

Tanjungpinang – Pada hari Senin 19 November 2018 Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) menyelenggarakan malam penganugerahan kepada civitas dan mitra yang bekerjasama dengan FIKP Umrah berupa FIKP Awards & Expo 2018 dengan tema “Mencetak Generasi Entrepreneur Sejati”. Tamu undangan yang hadir yaitu Rektor Umrah, Sekda Kota Tanjungpinang, Lantamal, Polres, Dekan FIKP Umrah, Dekan Ekonomi Umrah, dan PT. Banyantree. Acara ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji dan Sambutan disampaikan oleh Sekda Kota Tanjungpinang. Dalam sambutannya, baik Rektor Umrah maupun Sekda Kota Tanjungpinang sangat mengapresiasi kegiatan ini.

Beberapa kategori penganugerahan FIKP Awards diberikan kepada civitas dan mitra FIKP Umrah dengan jumlah polling terbanyak. Kategori FIKP Awards antara lain:

  • Kategori Dosen Kreatif dan Inovatif Cemerlang diberikan kepada Fadhliyah Idris, S.Pi., M.Si. (Dosen Ilmu Kelautan)
  • Kategori Dosen Inspiratif Cemerlang diberikan kepada Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA (Dekan FIKP Umrah)
  • Kategori Pejabat Inspiratif Cemerlang diberikan kepada T. Said Raza’i, S.Pi., MP (Wakil Dekan 2 FIKP Umrah)
  • Kategori Pejabat Inovatif dan Kreatif Cemerlang diberikan kepada T. Said Raza’i, S.Pi., MP (Wakil Dekan 2 FIKP Umrah)
  • Kategori Civitas Akademika FIKP Termodis Cemerlang deberikan kepada Risandi Dwirama Putra, ST., M.Eng (Dosen Ilmu Kelautan)
  • Kategori Civitas Akademika FIKP Tergaul Cemerlang diberikan kepada Mario P. Suhana, S.Pi., M.Si. (Dosen Ilmu Kelautan)
  • Kategori Pegawai Inspiratif Cemerlang diberikan kepada Bunga Paramita, SE., MM
  • Kategori Pegawai Inovatif dan Kreatif Cemerlang diberikan kepada Bunga Paramita, SE., MM
  • Kategori Mitra Inovatif Cemerlang diberikan kepada Prof. Syafsir Akhlus, M.Sc; Rozef Permana, S.T., M.T; dan Bryan Akbar
  • Kategori Mitra Riset Cemerlang diberikan kepada P2O LIPI
  • Kategori Mahasiswa Akademik Cemerlang Angkatan 2015 diberikan kepada Suryani Tessalonika Juina (Mahasiswa Budidaya Perairan)
  • Kategori Mahasiswa Akademik Cemerlang Angkatan 2016 diberikan kepada Yuri Indriyani (Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan)
  • Kategori Mahasiswa Akademik Cemerlang Angkatan 2017 diberikan kepada Kemala Septia Zona (Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan)

Acara ini dimeriahkan oleh para pemenang perlombaan yang dilangsungkan beberapa hari sebelum malam penganugerahan FIKP Awards, diantaranya juara band, juara fashion designer, dan lainnya, dimana perlombaan ini termasuk dalam rangkaian kegiatan acara FIKP Awards & Expo 2018.

Kegiatan ini juga sebagai ajang promosi dan pengenalan FIKP Umrah agar lebih dikenal luas oleh masyarakat. Terdapat beberapa stand Expo untuk memperkenalkan profil FIKP Umrah, beberapa alat laboratorium canggih yang dimiliki FIKP Umrah, Organisasi Kemahasiswaan di lingkup FIKP Umrah, dan hasil diversifikasi pangan yang dibuat oleh Mahasiswa FIKP Umrah.

Diakhir kegiatan FIKP Awards ini dilakukan penyerahan hadiah dan sertifikat kepada para pemenang perlombaan yang diselenggarakan beberapa minggu sebelum malam penganugerahan FIKP Awards.

Kembangkan Layar Hingga Negeri Tirai Bambu, FIKP UMRAH Terus Mara!

0

Guangxi, Cina– Menjawab visi Universitas Maritim Raja Ali Haji  (UMRAH) sebagai Center of Excellence atau Pusat Kecemerlangan dalam bidang Riset dan Budaya Maritim, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) UMRAH terus melakukan perluasan jejaring riset internasionalnya terutama di kawasan Asia Pasifik.

Dekan FIKP UMRAH, Dr. Agung Dhamar Syakti, memenuhi jemputan untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan The Sixth China-Southeast Countries Marine Cooperation Forum yang dihelat pada tarikh 15 hingga 17 November 2018 yang lalu di kota pesisir Beihai, Propinsi Guangxi – di negeri Tiongkok sana.

Forum ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan komunikasi dalam bidang ilmu dan teknologi kelautan diantara negara-negara Asean dan China.

Sebanyak 400 peserta hadir dalam kegiatan yang dibagi menjadi beberapa sesi ilmiah itu. FIKP UMRAH yang diwakili oleh Dr. Agung berkesempatan memaparkan kegiatan mitigasi sampah plastik di pesisir Kepulauan Riau yang merupakan kerja bersama antara pegiat lingkungan, masyarakat, pemerintah kota Tanjungpinang, dan Pemprov Kepri lewat kegiatan World Clean-Up Day. Riset-riset mikroplastik UMRAH juga turut dipaparkan.

Delegasi Indonesia sendiri diwakili oleh Kemenkomaritim, LIPI, BMKG dan UMRAH sebagai satu-satunya perwakilan perguruan tinggi.

Bersempena dengan kegiatan tersebut, FIKP UMRAH juga menandatangani Nota kesepahaman bersama dalam bidang pendidikan dan riset dengan Marine Ecology Research Center, First Institute of Oceanography, State Oceanic Administration/Ministry of Natural Resources (China) dimana bidang kerjasama risetnya meliputi:

Kajian bersama spesies laut yang mengalami kepunahan (Marine Endangered Animal) seperti Duyung atau Dugong (Dugong dugon) Pesut (Orcaella brevirostris) dan Penyu Hijau (Chelonia midas). Kesemuanya masuk dalam daftar merah IUCN dengan staus konservasi rentan (threatened: vulnerable) untuk Duyung dan terancam punah (threatened endangered) untuk Pesut dan Penyu Hijau. Adapun risetnya akan menggunakan peralatan unmanned aerial vehicle (UAV) atau lebih dikenal dengan drone, Unmanned Surface boat Vehicle (USVs), tagging satellite, buoy, bioakustik dan metode biologi molekuler.

Kemudian Kajian bersama riset mikroplastik di lautan, kajian oseanografi dan telemetri untuk memahami sirkulasi arus dan cuaca serta aplikasi lainnya, pertukaran dosen dan mahasiswa serta supervisi bersama program Doktoral bagi para dosen di lingkungan FIKP UMRAH

Melalui pesan singkat aplikasi perpesanan Whatsapp Dr. Agung menuturkan bahwa aalah satu langkah konkrit cepat yang dilakukan adalah dengan pembentukan konsorsium riset antara peneliti Malaysia dan Thailand dengan proyek riset Marine Endangered Species Project (MESP).

“Proset Riset MESP ini akan dilakukan di pelbagai perairan di Asia Tenggara seperti di Trhang (Thailand), Teluk Brunei (Malaysia) dan juga Bintan (Indonesia)” Tulis Dr. Agung kepada editor umrah.ac.id melalui whatsapp.

Direncanakan bulan Juni 2019 mendatang FIKP UMRAH akan mengadakan pelatihan observasi Dugong, Pesut dan Penyu Hijau di Tanjungpinang dengan peserta dari berbagai peneliti di ASEAN.

Langkah-langkah bergeliga FIKP UMRAH ini sendiri adalah upaya mewujudkan visinya menjadi Pusat Unggulan/Kecemerlangan (center of excellence) dalam pengelolaan sumberdaya kelautan, perikanan dan kemaritiman di Asia Pasifik.

“Mimpi saya, orang dari berbagai Negara sahabat akan belajar tentang kelautan, perikanan dan kemaritiman di FIKP UMRAH. Nah cita-cita ini pelan-pelan mulai kita wujudkan” tulis Dr. Agung, yang memiliki kepakaran di bidang pencemaran laut dan bioremediasi lingkungan, dan termasuk outstanding scientist di Indonesia melalui pesan Whatsapp yang dikirim langsung dari Negeri Tirai Bambu.

Editor: Adi Pranadipa

*Mara : Bersinonim dengan bergerak ke mukatampil ke depanmajumelangkah ke depan;

FIKP UMRAH Taja Pelatihan Ekonomi dan Kebijakan Perikanan WPP 117

0

Tanjungpinang – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) dengan didukung oleh Conservation Strategy Fund (CSF) menaja Pelatihan Ekonomi Dan Kebijakan Perikanan Untuk Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 711. Pelatihan ini digelar selama lima hari mulai dari Senin(12/11) hingga Jumat(16/11) di Hotel Comforta Tanjungpinang.

Dalam sambutan saat membuka kegiatan ini pada Jamuan makan malam sekaligus seremoni pembukaan, Minggu Malam (11/11), Dekan FIKP UMRAH Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi.,DEA  menyampaikan bahwa UMRAH sebagai Perguruan tinggi yang berada di wilayah WPP 711 memiliki mandat untuk melakukan riset-riset yang mampu mensuport pengelolaan khususnya sumberdaya Perikanan di WPP 711.

“Oleh karena itu sebagai salah satu stakeholder dalam menjalankan fungsi pengelolaan di WPP 711 maka FIKP UMRAH berpartisipasi memfasilitasi peningkatan kapasitas stakholder terkait di wilayah WPP  711, sehingga FIKP UMRAH mendukung sepenuhnya Pelatihan Ekonomi Dan Kebijakan Perikanan Untuk Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 711 ini” Ujar Agung.

Agung juga menyampaikan bahwa FIKP UMRAH memberi penghormatan dan ucapan terima kasih  kepada KKP dan CSF yang bersedia bekerja sama dalam pelatihan ini.

“Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh panita dan semua pihak yang membantu pelaksanaan pelatihan ini” ucap Agung.

Ia berharap melalui Pelatihan ini akan mampu meningkatkan kapasitas pelaku pengelolaan Sumberdaya Perikanan di WPP 711. Dan mendorong terjalin-nya kolaborasi Stakeholder terkait dalam upaya Pengelolaan Sumberdaya Perikanan guna mencapai kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam pelatihan ini dibahas berbagai hal terkait WPP 711 seperti Aspek Makro-ekonomi dan Mikro-ekonomi Pengelolaan Perikanan, Keberlanjutan Sumberdaya dan Efektifitas Pengelolaan Perikanan, Pendekatan Ekonomi Dalam Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan di WPP 711, Konsep Bio-Ekonomi Perikanan Kelautan.

Kemudian Pembangunan Kebijakan Regional Perikanan Berdasarkan Data dan Informasi Ilmiah, Ekonomi Regulasi Perikanan, Kebijakan dan Arah Pengelolaan di WPP 711, Evaluasi Dampak Kebijakan Perikanan, Marine Reserve, Manfaat Sosial Ekonomi dan Ekologi dari MPA (Kawasan Konservasi Laut di Indonesia), Kontribusi Kawasan Konservasi Laut Bagi Pengelolaan Perikanan di WPP 711 dan Pembiayaan Berkelanjutan dan Value Chain Analisyst Untuk Perikanan.

Selain Dekan FIKP UMRAH Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi.,DEA sebagai instruktur dalam pelatihan ini, ramai instruktur Nasional yang berkompeten di bidangnya hadir dan membagi wawasan serta praktik-praktiknya.

Seperti Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Dr. Toni Ruchimat (Kepala Pusat Riset Perikanan KKP), Dr. Mubariq Achmad (Direktur CSF Indonesia), C. Desta Pratama (Program Manager CSF Indonesia), Dr. Rimawan Pradiptyo (Dosen FEB UGM), Dr. Handoko Adi Susanto (Senior Manager Rare Indonesia), Dr. Umi Muawanah (Peneliti KKP), Dr. Eva Anggraini (Dosen IPB), Dr. Yudi Wahyudin (Peneliti PKSPL IPB) dan  Dr. Zuzy Anna (Dosen Fakultas Perikanan & Kelautan UNPAD).

Pelatihan ini dikuti  oleh 37 peserta terdiri dari perwakilan empat perguruan tinggi yang berada di WPP 711 yaitu UMRAH, UNRI, UBB, UNSRI, Universitas Tanjungpura, UNJA, perwakilan dari Bappeda Provinsi serta DKP Provinsi di WPP 711 yaitu Kepulauan Riau, Jambi, Riau, Kalbar, dan Bangka Belitung juga perwakilan dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). (Ani Suryanti/FIKP)

LSP P2O LIPI Tetapkan FIKP sebagai Tempat Uji Kompetensi Sewaktu Penilai Ekosistem Terumbu Karang

0

Bertempat di Hotel Novotel Semarang, Senin 15 Oktober 2018, secara resmi Wakil Dekan I FIKP UMRAH sekaligus Ketua TUK FIKP UMRAH Chandra Joe Koenawan, M.Si menerima langsung Surat Keputusan Penetapan TUK Sewaktu Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LSP P2O LIPI) untuk penilai kondisi terumbu karang, ikan karang, megabenthos, lamun dan mangrove. Tidak hanya FIKP UMRAH, ada FPIK UNDIP untuk menjadi TUK di wilayah tengah dan FPIK UNSRAT untuk menjadi TUK di wilayah timur Indonesia.

Pada sambutannya Ketua LSP P2O LIPI, Triyono, M.Si menyatakan pembentukan TUK sewaktu ini dapat dijadikan tempat uji kompetensi sewaktu-waktu jika LSP P2O LIPI akan melaksanakan uji komptensi, khususnya menjadi tempat uji kompetensi di wilayah barat Indonesia. Uji kompetensi dimaksudkan untuk menilai SDM yang apakah memiliki kompetensi dalam menilai kondisi terumbu karang, ikan karang, megabenthos, lamun dan mangrove.

Surat keputusan dan penyerahan aset diserahkan langsung oleh Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2O LIPI), Bapak Dr. Dirhamsyah. Dalam sambutannya beliau menyampaikan untuk memenuhi kebutuhan SDM dengan kompetensi sebagai penilai kondisi terumbu karang, ikan karang, megabenthos, lamun dan mangrove, maka dilakukan dengan pendekatan penguatan kapasitas melalui kegiatan pelatihan dan/atau pendidikan khusus montoring kesehatan terumbu karang dan ekosistem terkait, sedangkan kecakapan tenaga penilai harus dapat diukur dan diuji untuk mendapatkan pengakuan dan penerimaan melalui proses penilaian kompetensi atau sertifikasi yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi. Maka, LSP P2O LIPI dibentuk untuk menjadi lembaga yang dapat menilai SDM tersebut kompeten atau belum kompeten dalam melakukan penilaian ekosistem terumbu karang dan ekosistem terkait. Diharapkan universitas yang telah melakukan kerjasama dengan P2O LIPI dapat menjadi simpul-simpul TUK LSP P2O LIPI(Dedy Kurniawan, S.Pi., M.Si)