Beranda blog

FIKP Awards & Expo 2018 Sebagai Bentuk Apresiasi dan Promosi FIKP Umrah

0

Tanjungpinang – Pada hari Senin 19 November 2018 Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) menyelenggarakan malam penganugerahan kepada civitas dan mitra yang bekerjasama dengan FIKP Umrah berupa FIKP Awards & Expo 2018 dengan tema “Mencetak Generasi Entrepreneur Sejati”. Tamu undangan yang hadir yaitu Rektor Umrah, Sekda Kota Tanjungpinang, Lantamal, Polres, Dekan FIKP Umrah, Dekan Ekonomi Umrah, dan PT. Banyantree. Acara ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji dan Sambutan disampaikan oleh Sekda Kota Tanjungpinang. Dalam sambutannya, baik Rektor Umrah maupun Sekda Kota Tanjungpinang sangat mengapresiasi kegiatan ini.

Beberapa kategori penganugerahan FIKP Awards diberikan kepada civitas dan mitra FIKP Umrah dengan jumlah polling terbanyak. Kategori FIKP Awards antara lain:

  • Kategori Dosen Kreatif dan Inovatif Cemerlang diberikan kepada Fadhliyah Idris, S.Pi., M.Si. (Dosen Ilmu Kelautan)
  • Kategori Dosen Inspiratif Cemerlang diberikan kepada Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA (Dekan FIKP Umrah)
  • Kategori Pejabat Inspiratif Cemerlang diberikan kepada T. Said Raza’i, S.Pi., MP (Wakil Dekan 2 FIKP Umrah)
  • Kategori Pejabat Inovatif dan Kreatif Cemerlang diberikan kepada T. Said Raza’i, S.Pi., MP (Wakil Dekan 2 FIKP Umrah)
  • Kategori Civitas Akademika FIKP Termodis Cemerlang deberikan kepada Risandi Dwirama Putra, ST., M.Eng (Dosen Ilmu Kelautan)
  • Kategori Civitas Akademika FIKP Tergaul Cemerlang diberikan kepada Mario P. Suhana, S.Pi., M.Si. (Dosen Ilmu Kelautan)
  • Kategori Pegawai Inspiratif Cemerlang diberikan kepada Bunga Paramita, SE., MM
  • Kategori Pegawai Inovatif dan Kreatif Cemerlang diberikan kepada Bunga Paramita, SE., MM
  • Kategori Mitra Inovatif Cemerlang diberikan kepada Prof. Syafsir Akhlus, M.Sc; Rozef Permana, S.T., M.T; dan Bryan Akbar
  • Kategori Mitra Riset Cemerlang diberikan kepada P2O LIPI
  • Kategori Mahasiswa Akademik Cemerlang Angkatan 2015 diberikan kepada Suryani Tessalonika Juina (Mahasiswa Budidaya Perairan)
  • Kategori Mahasiswa Akademik Cemerlang Angkatan 2016 diberikan kepada Yuri Indriyani (Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan)
  • Kategori Mahasiswa Akademik Cemerlang Angkatan 2017 diberikan kepada Kemala Septia Zona (Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan)

Acara ini dimeriahkan oleh para pemenang perlombaan yang dilangsungkan beberapa hari sebelum malam penganugerahan FIKP Awards, diantaranya juara band, juara fashion designer, dan lainnya, dimana perlombaan ini termasuk dalam rangkaian kegiatan acara FIKP Awards & Expo 2018.

Kegiatan ini juga sebagai ajang promosi dan pengenalan FIKP Umrah agar lebih dikenal luas oleh masyarakat. Terdapat beberapa stand Expo untuk memperkenalkan profil FIKP Umrah, beberapa alat laboratorium canggih yang dimiliki FIKP Umrah, Organisasi Kemahasiswaan di lingkup FIKP Umrah, dan hasil diversifikasi pangan yang dibuat oleh Mahasiswa FIKP Umrah.

Diakhir kegiatan FIKP Awards ini dilakukan penyerahan hadiah dan sertifikat kepada para pemenang perlombaan yang diselenggarakan beberapa minggu sebelum malam penganugerahan FIKP Awards.

Kembangkan Layar Hingga Negeri Tirai Bambu, FIKP UMRAH Terus Mara!

0

Guangxi, Cina– Menjawab visi Universitas Maritim Raja Ali Haji  (UMRAH) sebagai Center of Excellence atau Pusat Kecemerlangan dalam bidang Riset dan Budaya Maritim, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) UMRAH terus melakukan perluasan jejaring riset internasionalnya terutama di kawasan Asia Pasifik.

Dekan FIKP UMRAH, Dr. Agung Dhamar Syakti, memenuhi jemputan untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan The Sixth China-Southeast Countries Marine Cooperation Forum yang dihelat pada tarikh 15 hingga 17 November 2018 yang lalu di kota pesisir Beihai, Propinsi Guangxi – di negeri Tiongkok sana.

Forum ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan komunikasi dalam bidang ilmu dan teknologi kelautan diantara negara-negara Asean dan China.

Sebanyak 400 peserta hadir dalam kegiatan yang dibagi menjadi beberapa sesi ilmiah itu. FIKP UMRAH yang diwakili oleh Dr. Agung berkesempatan memaparkan kegiatan mitigasi sampah plastik di pesisir Kepulauan Riau yang merupakan kerja bersama antara pegiat lingkungan, masyarakat, pemerintah kota Tanjungpinang, dan Pemprov Kepri lewat kegiatan World Clean-Up Day. Riset-riset mikroplastik UMRAH juga turut dipaparkan.

Delegasi Indonesia sendiri diwakili oleh Kemenkomaritim, LIPI, BMKG dan UMRAH sebagai satu-satunya perwakilan perguruan tinggi.

Bersempena dengan kegiatan tersebut, FIKP UMRAH juga menandatangani Nota kesepahaman bersama dalam bidang pendidikan dan riset dengan Marine Ecology Research Center, First Institute of Oceanography, State Oceanic Administration/Ministry of Natural Resources (China) dimana bidang kerjasama risetnya meliputi:

Kajian bersama spesies laut yang mengalami kepunahan (Marine Endangered Animal) seperti Duyung atau Dugong (Dugong dugon) Pesut (Orcaella brevirostris) dan Penyu Hijau (Chelonia midas). Kesemuanya masuk dalam daftar merah IUCN dengan staus konservasi rentan (threatened: vulnerable) untuk Duyung dan terancam punah (threatened endangered) untuk Pesut dan Penyu Hijau. Adapun risetnya akan menggunakan peralatan unmanned aerial vehicle (UAV) atau lebih dikenal dengan drone, Unmanned Surface boat Vehicle (USVs), tagging satellite, buoy, bioakustik dan metode biologi molekuler.

Kemudian Kajian bersama riset mikroplastik di lautan, kajian oseanografi dan telemetri untuk memahami sirkulasi arus dan cuaca serta aplikasi lainnya, pertukaran dosen dan mahasiswa serta supervisi bersama program Doktoral bagi para dosen di lingkungan FIKP UMRAH

Melalui pesan singkat aplikasi perpesanan Whatsapp Dr. Agung menuturkan bahwa aalah satu langkah konkrit cepat yang dilakukan adalah dengan pembentukan konsorsium riset antara peneliti Malaysia dan Thailand dengan proyek riset Marine Endangered Species Project (MESP).

“Proset Riset MESP ini akan dilakukan di pelbagai perairan di Asia Tenggara seperti di Trhang (Thailand), Teluk Brunei (Malaysia) dan juga Bintan (Indonesia)” Tulis Dr. Agung kepada editor umrah.ac.id melalui whatsapp.

Direncanakan bulan Juni 2019 mendatang FIKP UMRAH akan mengadakan pelatihan observasi Dugong, Pesut dan Penyu Hijau di Tanjungpinang dengan peserta dari berbagai peneliti di ASEAN.

Langkah-langkah bergeliga FIKP UMRAH ini sendiri adalah upaya mewujudkan visinya menjadi Pusat Unggulan/Kecemerlangan (center of excellence) dalam pengelolaan sumberdaya kelautan, perikanan dan kemaritiman di Asia Pasifik.

“Mimpi saya, orang dari berbagai Negara sahabat akan belajar tentang kelautan, perikanan dan kemaritiman di FIKP UMRAH. Nah cita-cita ini pelan-pelan mulai kita wujudkan” tulis Dr. Agung, yang memiliki kepakaran di bidang pencemaran laut dan bioremediasi lingkungan, dan termasuk outstanding scientist di Indonesia melalui pesan Whatsapp yang dikirim langsung dari Negeri Tirai Bambu.

Editor: Adi Pranadipa

*Mara : Bersinonim dengan bergerak ke mukatampil ke depanmajumelangkah ke depan;

FIKP UMRAH Taja Pelatihan Ekonomi dan Kebijakan Perikanan WPP 117

0

Tanjungpinang – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) dengan didukung oleh Conservation Strategy Fund (CSF) menaja Pelatihan Ekonomi Dan Kebijakan Perikanan Untuk Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 711. Pelatihan ini digelar selama lima hari mulai dari Senin(12/11) hingga Jumat(16/11) di Hotel Comforta Tanjungpinang.

Dalam sambutan saat membuka kegiatan ini pada Jamuan makan malam sekaligus seremoni pembukaan, Minggu Malam (11/11), Dekan FIKP UMRAH Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi.,DEA  menyampaikan bahwa UMRAH sebagai Perguruan tinggi yang berada di wilayah WPP 711 memiliki mandat untuk melakukan riset-riset yang mampu mensuport pengelolaan khususnya sumberdaya Perikanan di WPP 711.

“Oleh karena itu sebagai salah satu stakeholder dalam menjalankan fungsi pengelolaan di WPP 711 maka FIKP UMRAH berpartisipasi memfasilitasi peningkatan kapasitas stakholder terkait di wilayah WPP  711, sehingga FIKP UMRAH mendukung sepenuhnya Pelatihan Ekonomi Dan Kebijakan Perikanan Untuk Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 711 ini” Ujar Agung.

Agung juga menyampaikan bahwa FIKP UMRAH memberi penghormatan dan ucapan terima kasih  kepada KKP dan CSF yang bersedia bekerja sama dalam pelatihan ini.

“Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh panita dan semua pihak yang membantu pelaksanaan pelatihan ini” ucap Agung.

Ia berharap melalui Pelatihan ini akan mampu meningkatkan kapasitas pelaku pengelolaan Sumberdaya Perikanan di WPP 711. Dan mendorong terjalin-nya kolaborasi Stakeholder terkait dalam upaya Pengelolaan Sumberdaya Perikanan guna mencapai kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam pelatihan ini dibahas berbagai hal terkait WPP 711 seperti Aspek Makro-ekonomi dan Mikro-ekonomi Pengelolaan Perikanan, Keberlanjutan Sumberdaya dan Efektifitas Pengelolaan Perikanan, Pendekatan Ekonomi Dalam Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan di WPP 711, Konsep Bio-Ekonomi Perikanan Kelautan.

Kemudian Pembangunan Kebijakan Regional Perikanan Berdasarkan Data dan Informasi Ilmiah, Ekonomi Regulasi Perikanan, Kebijakan dan Arah Pengelolaan di WPP 711, Evaluasi Dampak Kebijakan Perikanan, Marine Reserve, Manfaat Sosial Ekonomi dan Ekologi dari MPA (Kawasan Konservasi Laut di Indonesia), Kontribusi Kawasan Konservasi Laut Bagi Pengelolaan Perikanan di WPP 711 dan Pembiayaan Berkelanjutan dan Value Chain Analisyst Untuk Perikanan.

Selain Dekan FIKP UMRAH Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi.,DEA sebagai instruktur dalam pelatihan ini, ramai instruktur Nasional yang berkompeten di bidangnya hadir dan membagi wawasan serta praktik-praktiknya.

Seperti Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Dr. Toni Ruchimat (Kepala Pusat Riset Perikanan KKP), Dr. Mubariq Achmad (Direktur CSF Indonesia), C. Desta Pratama (Program Manager CSF Indonesia), Dr. Rimawan Pradiptyo (Dosen FEB UGM), Dr. Handoko Adi Susanto (Senior Manager Rare Indonesia), Dr. Umi Muawanah (Peneliti KKP), Dr. Eva Anggraini (Dosen IPB), Dr. Yudi Wahyudin (Peneliti PKSPL IPB) dan  Dr. Zuzy Anna (Dosen Fakultas Perikanan & Kelautan UNPAD).

Pelatihan ini dikuti  oleh 37 peserta terdiri dari perwakilan empat perguruan tinggi yang berada di WPP 711 yaitu UMRAH, UNRI, UBB, UNSRI, Universitas Tanjungpura, UNJA, perwakilan dari Bappeda Provinsi serta DKP Provinsi di WPP 711 yaitu Kepulauan Riau, Jambi, Riau, Kalbar, dan Bangka Belitung juga perwakilan dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). (Ani Suryanti/FIKP)

LSP P2O LIPI Tetapkan FIKP sebagai Tempat Uji Kompetensi Sewaktu Penilai Ekosistem Terumbu Karang

0

Bertempat di Hotel Novotel Semarang, Senin 15 Oktober 2018, secara resmi Wakil Dekan I FIKP UMRAH sekaligus Ketua TUK FIKP UMRAH Chandra Joe Koenawan, M.Si menerima langsung Surat Keputusan Penetapan TUK Sewaktu Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LSP P2O LIPI) untuk penilai kondisi terumbu karang, ikan karang, megabenthos, lamun dan mangrove. Tidak hanya FIKP UMRAH, ada FPIK UNDIP untuk menjadi TUK di wilayah tengah dan FPIK UNSRAT untuk menjadi TUK di wilayah timur Indonesia.

Pada sambutannya Ketua LSP P2O LIPI, Triyono, M.Si menyatakan pembentukan TUK sewaktu ini dapat dijadikan tempat uji kompetensi sewaktu-waktu jika LSP P2O LIPI akan melaksanakan uji komptensi, khususnya menjadi tempat uji kompetensi di wilayah barat Indonesia. Uji kompetensi dimaksudkan untuk menilai SDM yang apakah memiliki kompetensi dalam menilai kondisi terumbu karang, ikan karang, megabenthos, lamun dan mangrove.

Surat keputusan dan penyerahan aset diserahkan langsung oleh Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2O LIPI), Bapak Dr. Dirhamsyah. Dalam sambutannya beliau menyampaikan untuk memenuhi kebutuhan SDM dengan kompetensi sebagai penilai kondisi terumbu karang, ikan karang, megabenthos, lamun dan mangrove, maka dilakukan dengan pendekatan penguatan kapasitas melalui kegiatan pelatihan dan/atau pendidikan khusus montoring kesehatan terumbu karang dan ekosistem terkait, sedangkan kecakapan tenaga penilai harus dapat diukur dan diuji untuk mendapatkan pengakuan dan penerimaan melalui proses penilaian kompetensi atau sertifikasi yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi. Maka, LSP P2O LIPI dibentuk untuk menjadi lembaga yang dapat menilai SDM tersebut kompeten atau belum kompeten dalam melakukan penilaian ekosistem terumbu karang dan ekosistem terkait. Diharapkan universitas yang telah melakukan kerjasama dengan P2O LIPI dapat menjadi simpul-simpul TUK LSP P2O LIPI(Dedy Kurniawan, S.Pi., M.Si)

Kuliah Umum dan Penandatanganan MoA antara PKSPL IPB dengan FIKP Umrah

0

Dompak – Pada hari ini Rabu, 26 September 2018 diselenggarakan Kuliah Umum dengan tema Integrated Coastal Zone Management dan juga Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah), bertempat di Ruang Serbaguna Lantai 3 Rektorat Universitas Maritim Raja Ali Haji, Dompak.

Acara pembukaan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian sambutan oleh Dekan FIKP Umrah Bapak Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA., dan dilanjutkan dengan pembacaan do’a demi kelancaran kegiatan ini. Dalam sambutannya, Dekan FIKP Umrah menyatakan sangat gembira dengan adanya MoA antara PKSL IPB dan FIKP Umrah, “secara historis PKSPL IPB sudah menjadi bagian dari saya, karena saya pernah bergabung dan membantu PKSPL IPB pada saat Kepala PKSPL IPB dijabat oleh Prof. Dr. Ir. Tridoyo Kusumastanto, MS”, sambung Pak Dekan FIKP. Semoga dengan adanya MoA ini semakin mempererat kerjasama dalam bidang riset dan pengelolaan pesisir terpadu antara PKSPL IPB dan FIKP Umrah.

Kepala PKSPL IPB, Dekan FIKP Umrah, dan Moderator Saat Kegiatan Kuliah Umum

Acara ini dimoderatori oleh Bapak Risandi Dwirama Putra, S.T., M.Eng. (Doesen Ilmu Kelautan FIKP Umrah) dan sebagai narasumbernya adalah Bapak Dr. Ir. Ario Damar, M.Si. yang merupakan Kepala PKSPL IPB.

Dalam Kuliah Umum ini, Kepala PKSPL IPB membawakan tema mengenai Pengembangan Wilayah Pesisir Terpadu dan Implementasinya di Indonesia. Kepala PKSPL IPB memaparkan, “hampir semua aktifitas manusia dari hulu sampai hilir akan berakibat pada wilayah pesisir, oleh karena itu sangat penting pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu. Pentingnya mengelola wilayah pesisir ini dilihat dari karakteristik dan input yang masuk kedalam wilayah pesisir, berakibat pendekatan rezim pengelolaan yang berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya karena masing-masing wilayah pesisir memiliki karakter yang khas”.

Suasana Saat Kuliah Umum
Suasana Saat Kuliah Umum

Acara ini dihadiri oleh Dosen-Dosen di lingkup FIKP Umrah, Mahasiswa FIKP Umrah, Mahasiswa Universitas Riau (UR), dan Mahasiswa Malikussaleh (Unimal). Peserta kuliah umum sangat antusias dengan kuliah umum ini. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab, beberapa penanya dari Dosen dan Mahasiswa diantaranya Dr. Ani Suryanti, S.Pi., M.Si. (Dosen SEP Umrah), Wahyu Muzammil, S.Pi., M.Si. (Dosen MSP Umrah), Nadya (Mahasiswa IK Umrah Angkatan 2016), dan Nisya (Mahasiswa Malikussaleh).

Penandatanganan MoA
Penandatanganan MoA

Kegiatan terakhir yang merupakan kegiatan inti yaitu Penandatangaan MoA antara PKSPL IPB dan FIKP Umrah, dilakukan oleh Kepala PKSPL IPB (Dr. Ir. Ario Damar, M.Si.) dan Dekan FIKP Umrah (Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA.). Setelah penandatanganan MoA, kedua belah pihak menyerahkan cinderamata sebagai bentuk kenang-kenangan atas tercapainya MoA dan ditutup oleh kegiatan foto bersama dengan ‘Pose Salam Maritim’ dan ‘Pose C FPIK IPB’.

Foto Bersama Setelah Kegiatan

Dosen dan Mahasiswa Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore Berkunjung ke FIKP Umrah

0

Senggarang – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) menerima kunjungan Dosen dan Mahasiswa Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore pada hari Senin, 24 September 2018. Kunjungan ini dalam rangka Bintan Educational Camp 2018. Beberapa Dosen FIKP Umrah yang menyambut delegasi NYP diantaranya Bapak Tengku Said Raza’i (Wakil Dekan 2 FIKP Umrah), Ibu Ani Suryanti (Dosen Sosial Ekonomi Perikanan), Bapak Tri Apriadi serta Bapak Wahyu Muzammil (Dosen Manajemen Sumberdaya Perairan).

Kegiatan kunjungan ini dimaksudkan agar Mahasiswa NYP dapat mengenal kegiatan di FIKP Umrah terkait profil, penelitian dan laboratorium yang ada sebagai studi banding berbasis pendidikan. Ketua rombongan NYP Bapak Zulkifli Abu Bakar yang juga Deputy Manager Environmental & Water Technology, School of Chemical & Life Science NYP menyatakan terima kasih yang sebesarnya kepada FIKP Umrah karena telah menerima kunjungan NYP dengan sangat baik.

Dosen dan Mahasiswa NYP Saat Menyimak Pengenalan Profil FIKP Umrah

Kegiatan kunjungan ini melibatkan sebanyak 35 Mahasiswa dan 4 Dosen dari beberapa program diploma di NYP, diantaranya School of Chemical & Life Science, School of Engineering, School of Health Sciences, dan School of Information Technology.

Penyerahan Cinderamata dari Wakil Dekan II FIKP Umrah ke Ketua Rombongan NYP Singapore

Kegiatan ini dibuka oleh sambutan Bapak Tengku Said Raza’i (Umrah) dan juga Bapak Zulkifli Abu Bakar (NYP), dilanjutkan pengenalan Dosen FIKP Umrah dan Dosen NYP. Selanjutnya acara penyerahan cinderamata dari FIKP Umrah ke NYP, diakhiri dengan tawaran Bapak Stanley Chua (School of Chemical & Life Science) kepada mahasiswa NYP untuk dapat magang di FIKP Umrah.

Pengenalan Aktifitas Penelitian dan Penggunaan Laboratorium FIKP Umrah

Kegiatan lainnya yaitu pengenalan profil FIKP Umrah yang disajikan oleh Bapak Wahyu Muzammil, serta kunjungan ke laboratorium dan pengenalan riset-riset apa saja yang telah dilakukan oleh FIKP Umrah. Mahasiswa NYP sangat antusias mendengarkan penjelasan mengenai laboratorium dan riset-riset unggulan FIKP Umrah. Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama dengan pose ‘Salam Maritim’

Sesi Foto Bersama dengan pose Salam Maritim
Sesi Foto Bersama di FIKP Umrah Statue

FIKP UMRAH gelar Workshop dengan Narasumber dari Elsevier-Scopus

0

Dompak – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar Workshop Penguatan Sumberdaya ilmiah yang bertajuk “Strengthening Research Resources in Development Higher Education in Riau Islands” bertempat di Mini Hall Lantai 3 Gedung Rektorat UMRAH, Kamis(6/9).

Workshop ini menghadirkan Perwakilan dari Research Management Manager to SCOPUS SCIVAL, Mr. Lim Wee Li dan Ujang Sanusi, Customer Consultant Elsevier Indonesia. Bertindak sebagai Moderator, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH, Dr. Agung Dhamar Syakti.

Dalam Kegiatan yang dibuka oleh Rektor UMRAH, Prof. Syafsir Akhlus ini, Mr. Lim dalam presentasinya menyampaikan informasi tentang SciVal. SciVal adalah aplikasi database metric analysis yang dikembangkan oleh ELSEVIER.

Data dari Scopus yang diintegrasikan ke SciVal mampu memberikan petunjuk dalam menentukan arah strategis kebijakan institusi secara keseluruhan. Misalnya data visiting Scholar.

“So if Visiting Scholar from France, in example, he comes to UMRAH and publishes a Paper in UMRAH, so that is the last Affliation we captured, we will captured that paper because he put his affiliation with UMRAH, but he may not a full time staff in UMRAH, after he published then he came back. But the Paper still captured under UMRAH” 
(“Sebagai contoh, Jika peneliti tamu dari Perancis datang ke UMRAH kemudian menerbitkan Artikel Ilmiah di UMRAH, data yang kami proses adalah data yang paling terbaru dimana dia memilih UMRAH sebagai afiliasinya. Walau mungkin saja dia bukan Peneliti penuh waktu yang setelah artikel terbit kemudian dia pulang ke negara asalnya, tetap Artikel yang terbit diproses dengan UMRAH sebagai afiliasinya” papar Mr. Lim.)

Narasumber lainnya, Ujang Sanusi memaparkan tentang keinginan Elsevier untuk membantu dan menyebarluaskan hasil riset dan mendorong Indeksasi jurnal-jurnal ilmiah Indonesia terindeks di Scopus.
“Agar keterbacaannya dapat secara luas dimanfaatkan ilmuwan lain. Sampai hari sudah 44 Jurnal ilmiah Indonesia terindeks SCOPUS” ujar Ujang.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UMRAH, Prof.Akhlus ingin mendorong paling tidak dua jurnal Umrah terindeks scopus dimana salah satunya harus terkait bahasa dan budaya maritim Indonesia

Workshop ini selain diikuti oleh Dosen-dosen di lingkungan UMRAH, juga dihadiri oleh dosen-dosen yang berasal dari luar UMRAH.

Elsevier (pengucapan Belanda: [ˈɛlzəviːr]) adalah salah satu penyedia informasi ilmiah, teknis, dan medis terbesar di dunia dan perusahaan teknologi yang didirikan tahun 1880. Elsevier sekarang bagian dari RELX Group.Sebelum tahun 2015, Elsevier bernama Reed Elsevier. Produk-produknya meliputi jurnal The Lancet dan Cell, koleksi jurnal elektronik ScienceDirect, seri jurnal Trends dan Current Opinion, dan pangkalan data sitiran daring Scopus.

Kesehatan Terumbu Karang Kabupaten Natuna Berstatus Sedang

0

Natuna – Tingkat Kesehatan Terumbu Karang di Kabupaten Natuna ternyata memiliki status sedang. Fakta ini terungkap dari hasil monitoring Sumberdaya Hayati oleh Tim dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH (FIKP UMRAH) di Kabupaten Natuna, Senin(2/7) hingga Sabtu (7/7). Di Natuna, Tim FIKP UMRAH melakukan monitoring kesehatan ekosistem terumbu karang, padang lamun, dan hutan bakau.

Tim FIKP UMRAH yang terdiri dari dosen-dosen lintas Jurusan dan Pengelola Labor Fakultas langsung dipimpin oleh Dekan FIKP UMRAH, Dr. Agung Dhamar Syakti, M.Sc sebagai Penanggung Jawab. Kegiatan monitoring ini sendiri sudah dilakukan bersama dengan Pusat Penelitian Oseanografi LIPI sejak Tahun 2015.

Dari Hasil monitoring dijumpai fakta bahwa kesehatan Terumbu karang Kabupaten Natuna berstatus sedang, dimana didominasi kelompok Non Acropora, Acropora, soft coral, sponge, rumput laut, dan biota asosiasi terumbu karang seperti Kima, bintang laut biru, bintang laut mahkota duri, lola, siput drupella, teripang dan bulu babi serta terdapat 77 spesies ikan karang.

Jika dilihat dari segi Pariwisata Bahari, kondisi perairan laut di Kabupaten Natuna sangat jernih dengan sedimen berpasir putih, tingkat kecerahan dan jarak pandang dalam perairannya yang tinggi membuat keindahan panorama bawah laut dapat terlihat dengan jelas.

“Hal ini dapat menjadi potensi wisata snorkeling dan menyelam” ujar Dedy Kurniawan, salah satu dosen yang turut serta dalam Tim.

Ada banyak hal dan fakta yang diungkap dari hasil monitoring ini, salah satunya adalah banyaknya kima  yang ditemukan di Terumbu Karang pada perairan Natuna bagian barat. Kima  sendiri merupakan hewan yang dilindungi.

“Kawasan di sekitar Terumbu karang di perairan Natuna bagian barat ini dapat dikonservasi dengan menjadikan lokasi tersebut  taman kima untuk menjaga kelestarian kima kedepan” Ujar Dekan FIKP UMRAH, Agung Dhamar Syakti.

Fakta lainnya juga di padang lamun Natuna ini ditemukan empat spesies lamun dengan dengan kesehatan sedang. Selain itu, Hutan bakau di Natuna ini ternyata memiliki sembilan spesies hutan bakau dengan status kesehatan yang baik.

“Hutan bakau yang lebat dengan alur-alur perairan didalamnya dapat membuat hutan bakau itu menjadi objek wisata” Ujar Dosen MSP UMRAH, Dr. Febrianti Lestari Team Leader Bidang Mangrove yang turut serta dalam tim.

Di sela-sela monitoring, Dekan FIKP UMRAH, Agung Dhamar Syakti juga melakukan silaturahim kepada jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Natuna, Pelabuhan Perikanan Selat Lampa KKP RI, serta bertemu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna untuk mengembangkan jejaring FIKP UMRAH agar dapat berkontribusi untuk Natuna sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.

Kontributor : Tim Monitoring Sumberdaya Hayati FIKP UMRAH
Editor: Adi Pranadipa

Seminar Series V, Marine Biodiversity

0

DOMPAK – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan FIKP Universitas Maritim Raja Ali Haji (FIKP UMRAH) kembali melaksanakan Seri kegiatan seminar yang diberi branding Seminar Series 2018. Tema yang dipilih pada Seri kelima ini adalah Marine Biodiversity. Kegiatan seminar series ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor II Agus Sutikno, SP, M.Si.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor II menyambut baik kegiatan rutin ini dan mengharapkan peran aktif Mahasiswa dalam mengikuti seminar series yang dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan ini.

“Kami selaku pimpinan Universitas sangat senang dengan diadakannya seminar series ini. Apalagi kita ini universitas berbasis maritim, maka sangat perlu dilaksanakan secara rutin forum-forum diskusi yang membahas tentang kemaritiman”. Ungkap Agus Sutikno dalam sambutannya.

“Kepada Pembicara saya ucapkan terima kasih banyak sudah hadir untuk mentransformasikan ilmunya kepada kami semua disini. Kepada Mahasiswa kami harapkan dapat mengikuti seminar ini dengan sungguh-sungguh dan berhubung pembicara seminar ini dari luar negeri perlu juga saya sampaikan kepada mahasiswa sekalian, belajar dan kuasailah bahasa dunia yaitu bahasa inggris. Betapa pentingnya bahasa inggris, tidak ada kata terlambat untuk kita belajar. Berhubung Kepulauan Riau ini adalah wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Negara-negara tetangga dan kedepan tidak menutup kemungkinan kita akan lebih banyak berinteraksi dengan mereka”. Tambah Agus Sutikno sebelum mengakhiri sambutannya.

Seminar Series yang telah dilaksanakan pada senin (14/5) pukul 13.30 s.d 15.30 waktu setempat diikuti oleh Mahasiswa, Dosen FIKP, Dosen FISIP, Dosen FE, Dosen HI, beberapa staf dari Dinas Kelautan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun, dengan total peserta sebanyak 77 orang. Ruang serba guna Lt. 3 terisi penuh selaras dengan antusias peserta mengikuti seminar series dan diskusinya.

Puncak kegiatan seminar series ini berlangsung sekitar 2 jam. Hadir sebagai pembicara Prof. Chou Loke Ming dan Prof. Wong Sek Man dari National University of Singapore. Prof. Chou menyampaikan materi tentang keanekaragaman hayati laut di perkotaan Singapura yang merupakan negara dengan wilayah terbatas namun perkembangan kota sangat cepat.

Sehingga melakukan reklamasi pantai dengan teknik sipil pantai yang tepat untuk meminimalisir dampak negatifnya. Sedangkan Prof. Wong menyampaikan materi tentang berbagai sumberdaya perikanan yang telah berhasil diteliti telah mampu diaplikasikan dalam budidaya perikanan seperti kuda laut, kepiting soka, ikan dan lain-lain.

“Diagendakan materi dari Seminar Series ini akan terbit pada edisi pertama buku yang berisi rangkaian kegiatan seminar series yang akan dibukukan (ISBN) sebagai karya ilmiah persembahan FIKP UMRAH untuk masyarakat KEPRI. Disamping itu Kegiatan Seminar Series ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dosen dan mahasiswa serta dapat menginspirasi dosen maupun mahasiswa UMRAH agar mampu menghasilkan karya-karya ilmiah yang berkualitas baik nasional maupun internasional”. Jawab Dekan FIKP UMRAH, Dr. Agung Dhamar Syakti.

“Alhamdulilah kegiatan Seminar Series ini berjalan dengan lancar, mudah-mudahan segera terus berlanjut”. Ungkap Dr. Agung Dhamar Syakti dengan nada optimis.

Hadir juga pada Seminar Series ini Sekretaris Senat FIKP Fitria Ulfa, SP., M.Si, dan yang bertugas sebagai moderator  seminar series kali adalah Yales Veva Jaya, S.Pi., M.Si. Ketua PPSPL.(Dr. Ani Suryanti/Humas UMRAH)

Editor: Adi Pranadipa

Northern Star Energy dan FIKP UMRAH akan lakukan Joint-Research Hidroakustik

0

Fakultas Ilmu Kelautan UMRAH dan Northern Star Energy (NSE) yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang oil and gas industry akan menjalin kerjasama dalam bidang Hidroakustik.

Pertemuan yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu kelautan dan Perikanan UMRAH Dr. Agung Dhamar Syakti dan Director Petroleum Engineering (NSE) Manueal Choza Monteiro pada tanggal 2 Maret 2018 tersebut telah menyepakati bahwa UMRAH dan NSE akan melakukan joint-research yang nantinya akan dilaksanakan di Pulau Bintan.

FIKP dan NSE nantinya akan melakukan uji coba alat instrumentasi hydroakustik yang dikembangkan, dimana alat tersebut merupakan alat hydroakustik terbaru yang dapat melakukan deployment dengan jarak jelajah sampai 1500 meter di bawah laut.

NSE dan para peneliti hydroakustik UMRAH yang nantinya akan dipimpin oleh Dony Apdillah akan bekerjasama dengan NSE dimana FIKP UMRAH akan menggunakan LAUV.

Tim LAUV yang dipimpin oleh Yales Vevajaya akan berkolaborasi dengan Tim Research Engineering NSE untuk menguji kemampuan alat hydroakustik tersebut. Tujuan akhir dari kerjasama ini adalah salah satunya sebagai joint-research berkelanjutan dan publikasi bersama (Risandi Dwirama Putra)