Jakarta – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) resmi menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut (DJPRL) dalam penyelenggaraan penataan ruang laut serta pengembangan potensi kawasan karbon biru di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung pada Kamis, 5 Februari 2026 di Morrissey Hotel, Jalan K.H. Wahid Hasyim No. 70, Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut, Kartika Listriana, S.T., MPPM. dan Dekan FIKP UMRAH, Dr. Dony Apdillah, S.Pi., M.Si.
Perjanjian ini bertujuan untuk mensinergikan penyelenggaraan penataan ruang laut serta pengembangan potensi kawasan karbon biru melalui penerapan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan nasional di sektor kelautan, khususnya dalam pengelolaan ruang laut yang berkelanjutan serta upaya mitigasi perubahan iklim melalui ekosistem karbon biru seperti mangrove, padang lamun, dan rawa pesisir.
Dekan FIKP UMRAH, Dr. Dony Apdillah, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktisi pengelolaan ruang laut.
“Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini merupakan langkah strategis FIKP UMRAH dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktisi pengelolaan ruang laut. Kami berharap kolaborasi dengan DJPRL ini dapat menjadi wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk berkontribusi nyata dalam memberikan solusi berbasis riset terhadap tantangan pengelolaan sumber daya laut, khususnya di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki potensi maritim luar biasa,” ujar Dekan FIKP Umrah.
Melalui kerja sama ini, FIKP UMRAH diharapkan dapat berperan aktif dalam penyediaan data ilmiah, kajian akademik, serta pendampingan teknis dalam mendukung program penataan ruang laut nasional dan pengembangan kawasan karbon biru di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, terutama di kawasan strategis maritim seperti Kepulauan Riau. Kolaborasi ini sekaligus menegaskan komitmen bersama antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendorong pengelolaan laut yang berkelanjutan, adaptif terhadap perubahan iklim, serta berbasis ilmu pengetahuan.

