CCE 2026 Satukan Pelajar Se-Kepri dalam Aksi Konservasi Pesisir dan Budaya Melayu

Tanjungpinang – Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sukses menyelenggarakan Coastal Conservation Expo (CCE) 2026 pada Sabtu (23/5) di Galeri Tamadun Maritim, Gedung A Satu Gurindam, Kampus Dompak. Kegiatan tahunan yang telah memasuki pelaksanaan ketiga ini menjadi wadah edukasi, kolaborasi, dan penguatan aksi konservasi pesisir yang melibatkan pelajar SMA/sederajat dari berbagai daerah di Kepulauan Riau.

Coastal Conservation Expo (CCE) 2026 mendapat antusiasme tinggi dari pelajar se-Kepulauan Riau. Sebanyak 27 karya esai konservasi berhasil disubmit oleh peserta yang berasal dari Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, hingga Lingga. Setelah melalui proses seleksi oleh dewan juri, sebanyak 12 tim finalis terpilih untuk mengikuti tahapan presentasi final dan memaparkan gagasan konservasi terbaik mereka di hadapan dewan juri dan peserta kegiatan.

Kegiatan dibuka melalui rangkaian seremoni yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa. Koordinator Program Studi MSP, Chandra Joei Koenawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan mitra yang telah mendukung terselenggaranya CCE 2026. Pembukaan kegiatan secara resmi dilakukan oleh Dekan FIKP UMRAH, Dony Apdillah.

Dalam sambutannya, Dekan FIKP UMRAH menekankan pentingnya inovasi generasi muda dalam menyampaikan gagasan konservasi yang aplikatif dan berdampak nyata bagi lingkungan pesisir dan laut. Ia juga memperkenalkan pemanfaatan platform digital Dugong Project sebagai media pelaporan penampakan dugong dan aktivitas konservasi laut yang terintegrasi dengan berbagai lembaga terkait. Menurutnya, keberadaan dugong sebagai satwa kunci memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem lamun yang menjadi habitat berbagai biota laut.

Pada kesempatan tersebut turut dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Agreement (IA) antara FIKP UMRAH dengan sejumlah mitra, yaitu Nikoi & Cempedak Private Island, Seven Clean Seas, dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia industri, lembaga konservasi, dan pemerintah dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain mengangkat isu konservasi pesisir dan laut, CCE 2026 turut menampilkan penguatan identitas budaya Melayu melalui penggunaan busana Melayu oleh peserta, panitia, dan sivitas akademika yang terlibat. Hal tersebut menjadi bentuk pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan karakter maritim di lingkungan kampus. Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan aksi nyata konservasi berupa penanaman pohon di kawasan Kampus UMRAH Dompak yang dikoordinasikan oleh Himpunan Mahasiswa MSP. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir dan daratan.

Acara kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang, penyerahan sertifikat, serta apresiasi kepada peserta terbaik dari kategori presenter, infografis, dan esai terbaik. Melalui kegiatan ini, MSP FIKP UMRAH kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang peduli terhadap konservasi pesisir dan laut, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor serta pelestarian budaya Melayu sebagai identitas maritim daerah.

Laporan Oleh:

Widya Septyati, S.P., M.Si.

Editor

M. Johar Rudin,S.Pi.,M.Si

Scroll to Top