Tanjungpinang – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan International Expert Talk: Marine Gurindam Seminar Series – 4. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu dan Teknologi Kelautan FIKP UMRAH sebagai wadah berbagi ilmu pengetahuan dan hasil riset terkini di bidang ilmu kelautan, lingkungan, serta teknologi perairan.


Seminar internasional yang berlangsung di Maritime Tamadun Gallery, Gedung Satu Gurindam UMRAH ini menghadirkan dua narasumber dari institusi dalam dan luar negeri yang memiliki kepakaran di bidangnya. Kegiatan dipandu oleh Muhammad Fajar Fajri Fardillah, S.Pi., M.Si. sebagai moderator, yang mengarahkan jalannya diskusi ilmiah secara interaktif dan dinamis.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Sungwoo Bae dari Department of Environmental Engineering, Korea University menyampaikan materi bertajuk “Microplastics Toxicity to Aquatic Environments”. Dalam paparannya, Prof. Bae menjelaskan bahwa pencemaran mikroplastik telah menjadi salah satu tantangan global yang mengancam ekosistem perairan. Partikel mikroplastik tidak hanya mencemari laut dan sungai, tetapi juga berpotensi masuk ke dalam rantai makanan melalui organisme akuatik sehingga memberikan dampak terhadap kesehatan lingkungan maupun manusia.


Prof. Bae juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam mengembangkan teknologi pemantauan, mitigasi, dan pengelolaan pencemaran mikroplastik. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan inovasi dan penelitian yang mampu memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan yang semakin kompleks.
Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Arief Pratomo, S.T., M.Si., dosen Program Studi Ilmu Kelautan FIKP UMRAH, memaparkan hasil penelitian berjudul “Integrating Long-Term Seagrass Dynamics with eDNA Metabarcoding: Eukaryotic Community Structure Across Marine Niches in Bintan Island.”

Melalui presentasinya, Dr. Arief menjelaskan bagaimana teknologi environmental DNA (eDNA) metabarcoding dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi keanekaragaman organisme laut secara lebih efisien tanpa harus menangkap spesies secara langsung. Pendekatan ini dipadukan dengan kajian dinamika padang lamun jangka panjang untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai struktur komunitas eukariotik di berbagai habitat pesisir Pulau Bintan. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam mendukung pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan, konservasi ekosistem lamun, serta pengembangan kebijakan berbasis data ilmiah di wilayah Kepulauan Riau.
Sebagai moderator, Muhammad Fajar Fajri Fardillah, S.Pi., M.Si. memandu sesi diskusi dan tanya jawab dengan baik sehingga tercipta suasana akademik yang aktif. Berbagai pertanyaan dari peserta mengenai dampak mikroplastik, perkembangan teknologi eDNA, hingga peluang kolaborasi riset internasional menjadi bukti tingginya antusiasme sivitas akademika terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kelautan.


Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, peneliti, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai program studi di lingkungan UMRAH. Selain menjadi forum pertukaran pengetahuan, seminar ini juga membuka peluang kerja sama penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan kapasitas akademik antara FIKP UMRAH dengan berbagai institusi pendidikan dan penelitian di tingkat internasional.
Melalui penyelenggaraan International Expert Talk: Marine Gurindam Seminar Series, FIKP UMRAH terus berupaya menghadirkan forum ilmiah berkualitas yang mampu memperluas wawasan sivitas akademika terhadap isu-isu kelautan global sekaligus memperkuat posisi UMRAH sebagai perguruan tinggi maritim yang aktif membangun kolaborasi internasional. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan peneliti muda untuk terus mengembangkan riset yang inovatif, relevan, dan berkontribusi terhadap pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan di Indonesia maupun dunia.


