Tanjungpinang, 11 Agustus 2026 — Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan Seminar Antarbangsa ke-14 dengan tema “Ekologi, Habitat Manusia, dan Perubahan Lingkungan di Dunia Melayu”. Kegiatan seminar internasional ini mempertemukan sivitas akademika dan peneliti dari sejumlah perguruan tinggi di kawasan Melayu, khususnya Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Universitas Riau (UNRI), dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kegiatan yang dilaksanakan pada 10–11 Agustus 2026 ini ditaja oleh Jurusan Teknologi Industri Perikanan (TIP), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) UMRAH, sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi internasional di bidang kelautan, perikanan, lingkungan, serta isu-isu sosial dan ekologis di kawasan Dunia Melayu.

Seminar Antarbangsa ke-14 mengangkat berbagai isu strategis terkait keberlanjutan ekologi, perubahan lingkungan, habitat manusia, pencemaran, perubahan ekosistem, perikanan, kelautan, pertanian dan sumber daya alam, strategi mitigasi dan adaptasi, arkeologi dan sejarah budaya, indikator ekologis, etnobotani, serta pariwisata dan warisan budaya. Pembahasan tersebut menjadi penting mengingat kawasan Dunia Melayu memiliki karakteristik lingkungan dan sosial yang saling terhubung. Perubahan ekologi dan lingkungan tidak hanya berdampak terhadap keberlanjutan sumber daya alam, tetapi juga terhadap kehidupan masyarakat yang bergantung pada ekosistem pesisir dan laut.
Selain menjadi ruang pertukaran gagasan dan hasil penelitian, seminar ini juga memperkuat hubungan kelembagaan antarperguruan tinggi. Salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan adalah penandatanganan Implementation Arrangement (IA) antara FIKP UMRAH dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Riau (UNRI). Penandatanganan IA tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat implementasi kerja sama akademik antara kedua fakultas, khususnya dalam pengembangan kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai bentuk kolaborasi akademik lainnya yang relevan.
Keterlibatan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dalam Seminar Antarbangsa ke-14 turut memperluas dimensi internasional kegiatan sekaligus membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia. Kolaborasi lintas negara ini diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan dan kerja sama yang lebih luas dalam menghadapi tantangan ekologis dan perubahan lingkungan di kawasan Dunia Melayu.

Melalui pelaksanaan Seminar Antarbangsa ke-14, Jurusan Teknologi Industri Perikanan FIKP UMRAH menegaskan komitmennya dalam membangun jejaring akademik internasional, memperkuat kolaborasi antarlembaga, serta mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada keberlanjutan ekosistem dan masyarakat pesisir. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan akademik antara UMRAH, UNRI, dan UKM dalam menghadirkan kolaborasi yang berkelanjutan bagi pengembangan pendidikan tinggi dan kajian kelautan, perikanan, lingkungan, serta masyarakat di kawasan Dunia Melayu.

