Tanjungpinang – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji sukses menyelenggarakan Marine Gurindam Seminar ke-5 dalam kegiatan visiting lecture pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Amphitheater Room Lantai 4 Gedung B Kampus UMRAH Dompak dan melalui Zoom Meeting ini menghadirkan para pembudidaya, akademisi, peneliti, serta mahasiswa untuk mendiskusikan kualitas nutrisi pakan sebagai penentu utama keberlanjutan dan keunggulan sektor akuakultur masa depan.
Kegiatan visiting lecture ini secara resmi dibuka oleh Dr. Muzahar, S.Pi, M.Si​ selaku Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa melalui Marine Gurindam Seminar Series ini, kami ingin terus membuka ruang dialog antara dunia riset, pemerintah, dan pelaku usaha. Agar fondasi nutrisi pakan yang kita bangun hari ini, menjadi pondasi kuat bagi kemandirian dan keunggulan akuakultur kita di masa depan. Tanpa nutrisi pakan yang tepat, semuanya ibarat bangunan megah yang berdiri di atas tanah lunak. Nutrisi adalah fondasinya , yang menentukan seberapa kuat dan tahan lama sektor akuakultur kita berdiri untuk generasi berikutnya.

Pemaparan materi disampaikan oleh Dr. Romi Novriadi (Dosen Program Studi Teknologi Akuakultur, Politeknik Ahli Usaha Perikanan — Kementerian Kelautan dan Perikanan), yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Masyarakat Akuakultur Indonesia serta peneliti berpengalaman di bidang nutrisi pakan dan formulasi pakan fungsional. Dalam penyampaiannya, Dr. Romi menekankan bahwa kualitas nutrisi pakan bukan sekadar menentukan laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan maupun udang, melainkan juga berdampak langsung pada efisiensi biaya produksi, kelestarian lingkungan budidaya, serta daya saing jangka panjang sektor akuakultur Indonesia.
Dr. Romi menegaskan: kemajuan teknologi budidaya apa pun tidak akan berarti tanpa pakan yang tepat guna dan bernutrisi seimbang. Akuakultur berkelanjutan berarti produksi yang efisien secara ekonomi, aman secara pangan, dan tidak merusak lingkungan — dan semuanya berawal dari nutrisi pakan yang baik. Inilah warisan paling berharga yang dapat disiapkan untuk generasi mendatang.

Diskusi berlangsung sangat interaktif dengan dimoderatori oleh Dwi Septiani, S.Pi, M.Si yang turut mengarahkan jalannya sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Berbagai pertanyaan kritis dari peserta menunjukkan tingginya antusiasme terhadap tantangan untuk keberlanjutan budidaya dimasa mendatang.

