Peningkatan Literasi Kelautan dan Perikanan melalui Pelatihan Identifikasi dan Pengembangan Koleksi Edukatif Biota Akuatik

Literasi kelautan dan perikanan tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan memahami konsep-konsep dasar tentang laut dan sumber daya perikanan, tetapi juga mencakup kemampuan menghubungkan pengetahuan tersebut dengan kehidupan sehari-hari, membangun kepedulian terhadap lingkungan, serta mendorong perilaku yang bertanggung jawab dalam pemanfaatan sumber daya akuatik. Dalam upaya peningkatan literasi kelautan dan perikanan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, beranggotakan Dr. Ahmad Zahid, Dr. Wahyu Muzammil, Nida Mardhiyah Ramdhani, M.Si. menggagas dan melaksanakan program PkM mandiri melalui pelatihan identifikasi dan pengembangan koleksi edukatif biota akuatik. Tim memilih SMP Negeri 14 Tanjungpinang sebagai lokasi pengabdian dengan sasaran warga sekolah (guru dan siswa) pada 8 September 2026.

Dalam sambutan mewakili tim PkM, Zahid selaku ketua tim PkM menyampaikan bahwa sebagai masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan, sudah pasti memiliki interaksi yang kuat dengan laut termasuk biota akuatik yang hidup di dalamnya. Keberadaan biota ini dapat menjadi sumber belajar di dalam kelas secara nyata melalui koleksi edukatif yang dihadirkan dalam kelas. Namun, tiba pada masalah bagaimana mengidentifikasi secara ilmiah dan mengoleksi biota tersebut? Di sinilah kemudian tim ini hadir dan memilih warga sekolah tingkat menengah pertama, karena selain jarang menjadi sasaran PkM, kami menginginkan literasi kelautan dan perikanan ini lebih awal dikenalkan pada generasi pembelajar jenjang pendidikan menengah.

Sementara itu, Dewi Untari, S.Pd., M.Pd.I. selaku Kepala SMP Negeri 14 Tanjungpinang, menyambut baik pelaksanaan kegiatan PkM ini. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi warga sekolah, khususnya guru dan siswa dalam peningkatan literasi kelautan dan perikanan. Sekolah tentu membutuhkan materi-materi koleksi yang dapat digunakan dalam pembelajaran khususnya pelajaran IPA, lanjut mam Dewi, sapaan akrab beliau, Kami pun sangat berterima kasih telah dipilih sebagai tempat penyelenggaraan PkM dan berharap pada masa berikutnya, tim dapat kembali dengan materi yang kami perlukan. Di penghujung sambutan beliau membuka kegiatan PkM sekaligus mengingatkan peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan penuh perhatian dan selalu bersemangat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pre-test dan pemberian materi. Materi pertama disampaikan oleh Nida Mardhiyah Ramdhani, M.Si. Dalam materinya, Nida menyampaikan tentang pengenalan ikan sebagai salah satu biota akuatik. Beliau menyampaikan bagaimana mengenal dan mengidentifikasi ikan melalui ciri morfometrik dan meristiknya. Sebagai penutup materinya, Nida menyampaikan teknik koleksi biota akuatik.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Wahyu Muzammil yang mengupas tentang pengenalan dan identifikasi kelompok krustase dan moluska. Dalam materinya, Wahyu menyampaikan karakter penciri dalam mengenali dan membedakan spesies krustase dan spesies moluska. Beliau juga mencontohkan penggunaan buku identifikasi secara mudah dalam identifikasi pada bagian akhir penyampaian materinya.

Acara dilanjutkan dengan praktik identifikasi dan koleksi biota akuatik yang diperoleh dari hasil tangkapan di perairan Madong Sei Nyirih yang merupakan perairan terdekat dengan lingkungan sekolah. Sesi praktik ini dibantu oleh tiga orang mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, yaitu M. Nurikhsan Jaya, Ahmad Farras Fauzan, dan Arvan Tri Marcell Ya’atulo Hulu. Mereka membantu mengarahkan bagaimana menyiapkan sampel, pelaksanaan identifikasi hingga menjadi penyiapan materi koleksi. Sebelum kegiatan berakhir, peserta kembali diuji melalui post-test untuk mendapatkan gambaran perubahan kemampuan pasca pelatihan.

Antusias peserta sangat besar dalam kegiatan ini. Hal ini terlihat dalam diskusi saat materi kelas disampaikan dan berlanjut pada sesi praktik. Salah satu peserta yang dimintai tanggapannya berkait kegiatan ini, Ardiansyah, S.Pd. mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat baik dan menjadi pengalaman baru mengenal biota akutik lebih dalam termasuk cara koleksinya. Pak Ardi , sapaan akrab beliau, sejak lama memiliki ketertarikan dengan dunia pesisir dan laut, namun baru kali ini mendapatkan pengetahuan tentang identifikasi dan koleksi. Selanjutnya, peserta dari unsur siswa juga dimintai tanggapan, Azam salah satunya. Siswa bernama lengkap Muhammad Azam Fazri ini mengungkapkan bahwa walaupun sering berinteraksi dengan laut, baru kali ini merasa kenal lebih jauh tentang biota air. Tahu bagian-bagian tubuhnya dan tahu ciri-ciri yang berbeda setiap jenis, lanjut Azam. Kegiatan ini tidak berakhir sampai di sini, karena selanjutnya akan terus dipantau dan dievaluasi. Kami berharap koleksi biota akuatik yang ada terus bertambah, hari ini menghasilkan 16 koleksi, sebulan berikutnya dapat bertambah menjadi 20 – 25 koleksi, harap Zahid.

Laporan Oleh:

Widya Septyati, S.P., M.Si.

Editor

M. Johar Rudin,S.Pi.,M.Si

Scroll to Top