Tanjungpinang, 8 Oktober 2026 – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), menyelenggarakan kolaborasi Seminar Loka Expose & Insight Series (LENS) Seri 6 dan Marine Gurindam Series 13 dengan tema “Transformasi Pengelolaan Kelautan Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan: Inovasi, Jasa Bahari, Konservasi, dan Aksi Kolaboratif”, Kamis (8/10).

Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan penguatan kolaborasi antarlembaga dalam mendorong pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat pengembangan ekonomi biru melalui inovasi, pengembangan sumber daya manusia, jasa bahari, dan konservasi. Acara dibuka oleh Dekan FIKP UMRAH, yang dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan seminar. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, sebagai bentuk keterlibatan pemerintah daerah dalam mendorong pengelolaan sektor kelautan dan perikanan.
Bahas Penguatan SDM dan Pengembangan Jasa Bahari
Seminar menghadirkan dua sesi panel utama yang membahas aspek penting dalam transformasi pengelolaan kelautan. Sesi pertama mengangkat tema dukungan sumber daya manusia dalam pengelolaan kelautan, dengan melibatkan Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPPA) Sukamandi dan Dekan FIKP UMRAH. Pembahasan ini menyoroti pentingnya pengembangan kapasitas sumber daya manusia sebagai salah satu faktor pendukung pengelolaan kelautan yang efektif dan berkelanjutan.


Selanjutnya, sesi panel kedua membahas sosialisasi jasa bahari dengan narasumber dari Direktorat Jasa Bahari. Sesi ini memberikan ruang untuk memperluas pemahaman mengenai jasa bahari sebagai bagian dari pemanfaatan sumber daya kelautan yang dapat mendukung pengembangan ekonomi biru. Kedua sesi dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertukar pandangan mengenai tantangan dan peluang dalam pengelolaan kelautan, pengembangan jasa bahari, serta implementasi ekonomi biru berkelanjutan.
Perkuat Kemitraan dan Dorong Aksi Konservasi
Selain seminar, kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara LPK Pekanbaru dan Yayasan Jaga Alam Mangkai, serta penjalinan kemitraan antara Jurusan Ilmu dan Teknologi Kelautan FIKP UMRAH dengan Yayasan Jaga Alam Mangkai. Kolaborasi tersebut menjadi langkah untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung pengembangan bidang kelautan dan upaya konservasi.
Rangkaian kegiatan juga mencakup peluncuran program Blue Turtle Squad oleh LPK Pekanbaru. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung aksi konservasi dan meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut. Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh penjelasan mengenai akses sertifikat seminar melalui platform Emilea KKP. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan asistensi perizinan jasa bahari bagi peserta yang membutuhkan informasi dan pendampingan terkait proses perizinan.
Perkuat Sinergi Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan
Kolaborasi LENS Seri 6 dan Marine Gurindam Series 13 menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga terkait dalam mendukung transformasi pengelolaan kelautan. Melalui forum ini, FIKP UMRAH terus mendorong ruang kolaborasi yang menghubungkan pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan jasa bahari, dan konservasi ekosistem laut. Ke depan, kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat mendukung terwujudnya pengelolaan kelautan yang inovatif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi sektor kelautan terhadap pembangunan ekonomi biru di Kepulauan Riau dan Indonesia.


