TANJUNGPINANG – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui Jurusan Manajemen Perikanan menyelenggarakan kegiatan Telaah Kurikulum Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) dan Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan (SEP), Focus Group Discussion (FGD), serta kuliah umum pada 24–25 Oktober 2026 di lingkungan FIKP UMRAH.


Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Siti Aslamyah, MP sebagai narasumber dan bertujuan mengevaluasi serta memperkuat relevansi kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, dan tantangan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
Pada hari pertama, Sabtu (24/10), kegiatan difokuskan pada telaah kurikulum yang melibatkan dosen Program Studi MSP dan SEP. Pembahasan mencakup evaluasi struktur kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, serta kesesuaian materi pembelajaran dengan kebutuhan sektor kelautan dan perikanan.
Penguatan kurikulum Program Studi MSP diarahkan pada peningkatan kompetensi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan secara berkelanjutan. Sementara itu, Program Studi SEP berfokus pada pengembangan kompetensi lulusan dalam aspek sosial, ekonomi, kelembagaan, dan pengembangan usaha di sektor perikanan.
Pada Minggu (25/10), rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan dosen, alumni, serta pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk instansi pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan komunitas lingkungan.
Sejumlah instansi dan mitra yang berpartisipasi antara lain Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lingga, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepulauan Riau, BMKG Tanjungpinang, PSDKP Batam, BPSPL Padang, serta berbagai pelaku usaha dan organisasi pemerhati lingkungan.


Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kurikulum agar kompetensi lulusan semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor kelautan dan perikanan. Masukan dari instansi pemerintah memberikan perspektif mengenai pengelolaan sumber daya perairan, pengawasan, dan konservasi. Sementara itu, dunia usaha memberikan gambaran mengenai kebutuhan tenaga kerja, kompetensi profesional, serta peluang pengembangan usaha berbasis sumber daya pesisir.
Selain FGD, kegiatan hari kedua juga diisi dengan kuliah umum yang diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Program Studi MSP dan SEP. Kegiatan ini menjadi sarana pengayaan wawasan akademik serta mendorong mahasiswa memahami persoalan kelautan dan perikanan secara lebih komprehensif, baik dari sisi ilmiah maupun penerapannya dalam kehidupan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan turut mengangkat nilai-nilai Tamadun Melayu melalui penggunaan baju kurung Melayu oleh para peserta. Hal ini menjadi bentuk penghargaan terhadap identitas budaya lokal Kepulauan Riau sekaligus menegaskan bahwa pengembangan pendidikan tinggi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya daerah.
Melalui kegiatan ini, FIKP UMRAH menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui evaluasi kurikulum secara berkelanjutan, penguatan kompetensi lulusan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berwawasan kemaritiman serta mampu berkontribusi terhadap pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

