Dosen FIKP UMRAH Terlibat dalam Survei Ekologi Terpadu untuk Pengembangan Kawasan Konservasi Laut Banda

TANJUNGPINANG – Dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Asep Ma’mun, S.Pi., M.Si., terlibat dalam kegiatan Survei Ekologi Terpadu untuk Desain Banda Large-Scale Marine Protected Area (Banda LSMPA). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan dasar ilmiah dalam perencanaan dan pengembangan kawasan konservasi laut berskala besar di Laut Banda.

Dalam kegiatan ini, Asep Ma’mun berkontribusi sebagai bagian dari tim akustik, khususnya dalam distribusi spatial sumberdaya Dan osenaografi untuk memahami dinamika oseanografi dan konektivitas ekosistem di kawasan Laut Banda. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Konservasi Indonesia sebagai bagian dari inisiatif pengembangan Banda LSMPA.

Laut Banda merupakan salah satu kawasan laut strategis Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi, karakteristik oseanografi dan geologi yang kompleks, serta berperan penting sebagai koridor migrasi berbagai megafauna laut. Kawasan ini juga menjadi bagian dari sistem Indonesian Throughflow (Arlindo) yang menghubungkan pergerakan massa air dari Samudra Pasifik menuju Samudra Hindia.

Dalam survei tersebut, pengukuran arus laut menjadi salah satu komponen penting untuk memahami pola sirkulasi perairan, dinamika massa air, serta konektivitas ekologis antarekosistem. Informasi mengenai arah, kecepatan, dan variabilitas arus pada berbagai kedalaman diperlukan untuk mendukung analisis jalur transportasi larva, pergerakan nutrien, produktivitas perairan, serta penyebaran organisme laut.

Survei ekologi terpadu ini tidak hanya berfokus pada pengukuran oseanografi, tetapi juga mengintegrasikan berbagai pendekatan ilmiah, meliputi pengamatan visual megafauna laut, satellite tagging pygmy blue whale, pelagic Baited Remote Underwater Video Systems (BRUVS), survei akustik dan larva, pengukuran CTD, serta analisis environmental DNA (eDNA).

Seluruh data yang dikumpulkan akan diintegrasikan untuk mengidentifikasi habitat penting, koridor migrasi, area pemijahan, produktivitas pelagis, dan konektivitas ekologis di kawasan Laut Banda. Hasilnya diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam penyusunan desain zonasi dan penentuan area prioritas konservasi melalui pendekatan systematic spatial planning.

Survei ini direncanakan berlangsung selama 14 hari 13 malam, dengan rute pelayaran dari Alor hingga Tual pada 29 Oktober–11 November 2026. Pelaksanaannya melibatkan pendekatan multidisiplin untuk menghasilkan data ekologis dan oseanografis yang terintegrasi.

Keterlibatan dosen FIKP UMRAH dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi perguruan tinggi dalam mendukung riset kelautan dan penguatan pengelolaan sumber daya laut berbasis ilmu pengetahuan. Partisipasi tersebut juga membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga konservasi dalam mendukung agenda konservasi keanekaragaman hayati laut Indonesia. Melalui kontribusi dalam survei ini, FIKP UMRAH terus mendorong peran dosen dalam kegiatan penelitian dan kolaborasi strategis yang mendukung keberlanjutan ekosistem laut, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target konservasi global 30×30 dan Visi Indonesia 30×45.

Laporan Oleh:

Widya Septyati, S.P., M.Si.

Editor

M. Johar Rudin,S.Pi.,M.Si

Scroll to Top