Menuju Pesantren Mandiri Pangan: Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Lele Bioflok di Pondok Pesantren Ibnu Abbas oleh FIKP UMRAH

Tanjungpinang, 18 November 2025 — Upaya penguatan kemandirian pangan dan peningkatan aset produktif Pondok Pesantren (PPs) Ibnu Abbas Kota Tanjungpinang terus diperkuat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digagas oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Kegiatan pendampingan budidaya ikan lele ini melibatkan kolaborasi lintas program studi, yakni Sosial Ekonomi Perikanan, Ilmu Kelautan, Budidaya Perairan, dan Bisnis Digital, Khairul Hafsar, S.Pi., M.Si (Dosen Sosial Ekonomi Perikanan) sebagai ketua pelaksana. Melalui rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat, para santri, wali santri, hingga pengelola pesantren dibimbing untuk memahami budidaya lele, manajemen keuangan usaha, dan pemasaran digital. Antusiasme ini bahkan meluas kepada peserta dari beberapa pondok pesantren lain di Tanjungpinang dan Bintan yang turut hadir mengikuti seluruh sesi.


Program pendampingan dimulai pada 28 Oktober 2025 dengan penyampaian materi dasar budidaya lele menggunakan sistem bioflok oleh Shavika Miranti, S.Pi., M.Si (Dosen Budidaya Perairan). Sebelum sesi dimulai, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal terkait teknik budidaya. Setelah memperoleh teori dan praktik langsung pembuatan media air bioflok, peserta kemudian menjalani post-test, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mereka. Metode bioflok dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air, pakan dan dapat menekan biaya operasional, sehingga menjadi solusi strategis untuk meningkatkan produktivitas budidaya di lingkungan pesantren.

Doumentasi: Penyampaian Materi dan Praktik Pembuatan Flok Budidaya Lele (Simulasi)


Tahap kedua berlangsung pada 6 November 2025, berfokus pada manajemen keuangan usaha budidaya. Materi disampaikan oleh Tetty, S.Pi., M.Si (Dosen Sosial Ekonomi Perikanan) yang membekali peserta dengan keterampilan pencatatan keuangan, studi kelayakan bisnis, serta strategi pengendalian biaya. Sama seperti sesi sebelumnya, pre-test dan post-test diterapkan guna mengukur efektivitas pembelajaran. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kesadaran peserta mengenai pentingnya tata kelola keuangan yang profesional dan berkelanjutan.

Tahap ketiga dilaksanakan pada 13 November 2025 dengan materi pelatihan pemasaran digital oleh Mita Elvira, S.E., M.B.A (Dosen Bisnis Digital). Peserta diperkenalkan pada strategi pemasaran berbasis platform digital, teknik membuat konten promosi kreatif, serta cara memanfaatkan media sosial untuk memperluas pasar. Evaluasi pre-test dan post-test kembali menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam memahami konsep pemasaran modern yang relevan dengan pengembangan usaha budidaya lele.

Dokumentasi: Penyampaian materi manajemen keuangan dan pemasaran digital


Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas para peserta dalam menciptakan aset produktif yang berkelanjutan dan diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Khairul Hafsar, S.Pi., M.Si., selaku ketua tim Pengabdian mengatakan, “rangkaian kegiatan ini bukan titik akhir”. Ia menegaskan bahwa pendampingan yang mereka lakukan justru akan berlanjut di tahap paling penting: praktik nyata membangun kolam lele bioflok di lingkungan pesantren. “Satu paket bioflok sudah kami siapkan. Peralatannya sudah dibeli, dan sekarang kami menunggu tahap pemasangan kolam,” jelas Khairul. Dalam pandangannya, membangun pengetahuan saja tidak cukup. Ada proses panjang yang ingin Kami kawal hingga benar-benar memberi manfaat bagi pesantren. “Harapan kami sederhana,” lanjutnya. “Kami ingin mendampingi Ibnu Abbas sampai benar-benar panen, bahkan hingga pemasaran. Kami ingin budidaya ini tumbuh sebagai aset yang hidup, bukan sekadar program pengabdian yang berakhir begitu saja setelah rangkaian kegiatannya selesai”.
Melalui semangat peserta yang tinggi dan hasil evaluasi pembelajaran yang positif, tim pengabdian UMRAH optimis bahwa budidaya lele berbasis bioflok dapat direalisasikan di lingkungan pesantren secara tepat dan berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi PPs Ibnu Abbas dan pesantren lainnya menuju kemandirian pangan serta penguatan ekonomi yang lebih baik.

Laporan Oleh:

Tetty, S.Pi., M.Si, Frethy Anna Sinta & Alifa Maulia

Editor

M. Johar Rudin,S.Pi.,M.Si

Scroll to Top